PONTIANAK POST- Pemerintah mulai mengevaluasi sasaran penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk di sekolah-sekolah elit, guna memastikan bantuan lebih tepat sasaran dan menjangkau kelompok yang paling membutuhkan.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mengatakan penataan kembali penerima manfaat dilakukan sebagai bagian dari upaya refocusing program agar manfaat MBG dapat dirasakan secara optimal oleh kelompok prioritas.
Menurut dia, selama ini Program MBG diberikan kepada seluruh siswa tanpa membedakan latar belakang ekonomi maupun kategori sekolah yang ditempati.
"Iya benar (penataan kembali). Maksudnya yang mampu, yang kaya. Jadi, nanti misalnya sekolah-sekolah kaya," ujar Nanik saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.
Selain melakukan penyesuaian sasaran penerima manfaat, pemerintah juga sedang mengkaji langkah efisiensi dalam pelaksanaan program tersebut. Namun, mekanisme dan bentuk efisiensi yang akan diterapkan masih akan dibahas lebih lanjut dalam rapat lanjutan.
Nanik menjelaskan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pelaksanaan Program MBG akan diprioritaskan bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita atau kelompok 3B.
Sebagai tindak lanjut kebijakan tersebut, BGN telah menerbitkan surat edaran kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dalam surat itu disebutkan bahwa SPPG yang belum melayani sasaran MBG kelompok 3B akan ditangguhkan sementara.
Di sisi lain, BGN juga menyiapkan sejumlah alternatif skema pembangunan dan operasional SPPG di wilayah 3T agar pelaksanaan program tetap berjalan efektif tanpa menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). (ant)
Editor : Basilius Andreas Gas