PONTIANAK POST - PT PLN (Persero) memastikan sistem kelistrikan di Pulau Jawa, Madura, dan Bali tetap aman serta terkendali, sekaligus membantah isu blackout yang sempat viral di media sosial akibat dugaan krisis pasokan batu bara pada sejumlah pembangkit listrik.
Kepastian itu disampaikan Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PT PLN (Persero), Gregorius Adi Trianto, dalam keterangan resmi yang dikutip Jumat (12/6).
PLN Tegaskan Tidak Terjadi Blackout
Gregorius mengatakan sistem kelistrikan Jawa saat ini beroperasi normal meskipun terdapat sejumlah kendala operasional yang sempat mengurangi pasokan listrik di beberapa wilayah.
"PLN menyampaikan bahwa saat ini sistem kelistrikan Jawa beroperasi dan terkendali dengan baik, meskipun terdapat kendala operasional yang berdampak pada berkurangnya pasokan listrik di sejumlah wilayah," ujar Gregorius.
Baca Juga: Wamenaker Tinjau SPKLU PLN, Dorong Percepatan Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional
Menurut PLN, informasi mengenai blackout atau pemadaman total di wilayah Jawa, Madura, dan Bali tidak sesuai dengan kondisi yang terjadi di lapangan.
"Menanggapi informasi yang beredar di masyarakat terkait blackout, PLN menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak terjadi," tegas Gregorius.
Masyarakat Sempat Cemas Akibat Informasi Viral
Isu pemadaman total sempat memicu kekhawatiran masyarakat karena beredar luas melalui berbagai platform media sosial.
Bagi sebagian warga dan pelaku usaha, kepastian pasokan listrik menjadi faktor penting untuk menjaga aktivitas rumah tangga, layanan publik, hingga kegiatan ekonomi tetap berjalan normal.
PLN menyebut pihaknya bergerak cepat menangani berbagai gangguan operasional guna meminimalkan dampak terhadap pelanggan.
"PLN terus berupaya secara intensif untuk menjaga keandalan pasokan listrik dan memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan," kata Gregorius.
PLN Minta Warga Ikuti Informasi Resmi
Meski tidak terjadi blackout, PLN menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak gangguan pasokan listrik di sejumlah lokasi.
"PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan," ujarnya.
PLN juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan selalu mengikuti perkembangan melalui kanal resmi perusahaan.
"Kami juga menghimbau pelanggan untuk mengikuti perkembangan informasi melalui kanal komunikasi resmi, termasuk di unit PLN setempat," tambah Gregorius.
PLN menegaskan akan terus menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional agar kebutuhan listrik masyarakat dan dunia usaha tetap terpenuhi. (*)
Editor : Efprizan