PONTIANAK POST – Presiden RI Prabowo Subianto mengajak Jerman memperluas kerja sama investasi di berbagai sektor strategis Indonesia, mulai dari energi baru terbarukan (EBT), hilirisasi industri, hingga pengembangan kendaraan listrik.
Ajakan tersebut disampaikan Prabowo saat menerima kunjungan kenegaraan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/6).
Pertemuan tersebut menjadi momentum penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Jerman yang telah berlangsung selama 75 tahun. Prabowo menilai kerja sama kedua negara perlu terus diperluas, khususnya dalam mendukung percepatan industrialisasi Indonesia.
"Indonesia juga mengundang pihak Jerman untuk memperluas investasi di sektor-sektor yang penting di Indonesia," ujar Prabowo.
Prabowo menyebut sejumlah sektor yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan bersama Jerman, seperti energi baru dan terbarukan, hilirisasi industri, semikonduktor, serta industri kendaraan listrik.
Selain itu, pemerintah Indonesia juga membuka peluang kerja sama dalam pengembangan rantai pasok mineral kritis dan unsur tanah jarang yang dinilai penting bagi penguatan industri nasional.
Menurut Prabowo, kemitraan dengan Jerman menjadi strategis karena negara tersebut memiliki posisi ekonomi yang kuat di kawasan Eropa.
Baca Juga: Prabowo Instruksikan Rosan Buka Semua Data Investasi
“Kami butuh kemitraan yang baik dengan Jerman dan dengan Eropa. Kunjungan Presiden Jerman kali ini adalah tanda bahwa hubungan itu sangat penting,” imbuhnya.
Jerman Dorong Penguatan Investasi di Indonesia
Sementara itu, Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier mengatakan Indonesia memiliki daya tarik besar bagi investor, tidak hanya karena potensi pasar yang luas, tetapi juga peluang pengembangan industri.
Ia menyebut sejumlah perusahaan asal Jerman telah lama beroperasi di Indonesia, seperti Siemens dan Daimler. Hal tersebut menunjukkan adanya kepercayaan dunia usaha Jerman terhadap potensi ekonomi Indonesia.
Steinmeier menambahkan, pemerintah Jerman juga akan terus mendukung proses ratifikasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA).
Menurutnya, keberadaan perjanjian tersebut dapat membuka peluang investasi baru, termasuk mendorong lebih banyak perusahaan kecil dan menengah asal Jerman untuk masuk ke pasar Indonesia.
"Kerja sama ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan kerja sama yang lebih erat antara perusahaan Jerman dan Indonesia di bidang inovasi. Yang mulia Bapak Presiden, saya rasa itu menguntungkan bagi kedua belah pihak, bagi kedua negara," jelas Steinmeier.
Baca Juga: Prabowo Dorong Ketahanan Energi, Pemerintah Siapkan Strategi Tekan Dampak Kenaikan BBM
Kerja sama Indonesia-Jerman ke depan diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan ekonomi, tetapi juga mendukung transformasi industri, pengembangan teknologi, serta percepatan ekonomi hijau di Indonesia. (*)
Editor : Miftahul Khair