Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Seabad Menunggu Janji, Nol Rel: Menelusuri Wacana Kereta Api Kalimantan Barat dari Masa ke Masa

Khoiril Arif Ya'qob • Jumat, 19 Juni 2026 | 13:27 WIB
Ilustrasi pemerintah tengah menyiapkan rencana jalur kereta api di Pulau Kalimantan. (GEMINI AI)
Ilustrasi pemerintah tengah menyiapkan rencana jalur kereta api di Pulau Kalimantan. (GEMINI AI)

PONTIANAK POST – Tiap kali pejabat pusat berkunjung ke Kalimantan, satu kalimat hampir selalu muncul: kereta api akan dibangun untuk menekan biaya logistik.

Bagi warga Kalimantan Barat, kalimat itu sudah berulang kali terdengar, namun rel itu belum pernah benar-benar terpasang barang sejengkal pun di provinsi ini.

2017: Janji Akan Dimulai 2019

Dalam laporan Antara (2/6/2017), Kepala Bappeda Kalbar saat itu, Ahi, menyatakan pembangunan rel kereta api di Kalbar akan diprioritaskan pada 2019, setelah Kalimantan Timur dan Tengah lebih dulu digarap pada 2018.

Baca Juga: Masyarakat Transportasi Indonesia Dorong Percepatan Kereta Api Kalimantan

Tahap awal disebut akan mencakup Pontianak, Mempawah, Singkawang, dan Sambas, terutama wilayah perbatasan, dan proyek saat itu sudah masuk tahap uji kelayakan oleh Direktorat Perkeretaapian Kemenhub.

2025: Janji Terbaru dari Presiden Prabowo

Usai meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru di Jakarta, 4 November 2025, Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan memperbesar jaringan kereta api di Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Sulawesi untuk menekan biaya logistik nasional.

Kemudian menugaskan Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono merancang Trans-Kalimantan Railway.

Pontianak Post mencatat fakta penting: hingga saat itu, satu-satunya jalur rel di Pulau Kalimantan justru berada di Sabah, Malaysia, dikelola Sabah State Railway, bukan di wilayah Indonesia sama sekali.

Baca Juga: Akademisi Ungkap Tantangan dan Peluang Proyek Kereta Api Kalimantan

2026: Angka 2.772 Kilometer

Rencana itu mengkristal menjadi proyek jaringan kereta api sepanjang 2.772 km di Kalimantan, bagian dari rencana besar infrastruktur pemerintah untuk memperkuat konektivitas dan efisiensi logistik antarwilayah.

Menko AHY menegaskan konektivitas Kalimantan tidak cukup mengandalkan jalan darat dan tol, Indonesia butuh integrasi transportasi laut, udara, dan kereta api agar pembangunan tak lagi terpusat di Jawa, sambil mengakui sektor kereta api selama ini underinvestment dibanding jalan raya.

Realisasi yang Lebih Dulu Jalan Justru di Kaltara, bukan Kalbar

Bahwa kereta api pertama di Kalimantan justru direncanakan dimulai dari Kalimantan Utara, dengan investasi Rp25 triliun dan target tersambung hingga IKN, sekali lagi menempatkan Kalbar di urutan belakang dibanding provinsi lain di Kalimantan.

Pontianak Post juga mencatat bahwa secara historis, Kalimantan Selatan-lah yang lebih dulu punya jalur kereta api beroperasi, sejak era Hindia Belanda untuk mengangkut batu bara ke pelabuhan ekspor, jauh sebelum wacana Trans-Kalimantan modern bergulir.

Juni 2026: Mantan Gubernur Kalbar Ikut Bersuara

Sutarmidji, yang menjabat Gubernur Kalbar 2018 - 2023, mengusulkan Kalbar dijadikan titik awal pembangunan rel kereta api Kalimantan, dengan alasan provinsi ini memiliki jumlah penduduk terbesar dan potensi ekonomi yang mendukung.

Sebelumnya, semasa menjabat, Sutarmidji juga dikenal mendukung pembangunan kereta api Kalimantan untuk angkutan barang dan logistik, sambil mengingatkan pemerintah pusat agar menghitung matang kelayakan investasi dan manfaatnya.

Baca Juga: Kereta Api Rp25 Triliun di Kaltara: Bisakah Membuka Lapangan Kerja bagi Warga Lokal?

Pola yang Berulang dari Rentetan Janji Ini:

  1. Janji konsisten datang dari pusat (Kemenhub, Presiden, Menko), jarang ada kepastian anggaran konkret yang dipublikasikan khusus untuk segmen Kalbar.
  2. Kalbar berulang kali disebut “tahap awal” atau “diprioritaskan”, namun realisasi pertama justru jatuh ke provinsi lain: Kaltim untuk rel tambang, kini Kaltara untuk proyek bernilai Rp25 triliun menuju IKN.
  3. Target tahun terus mundur: dari janji 2019, ke wacana 2025, kini ke proyek 2.772 km tanpa tenggat tahun yang jelas dipublikasikan.
  4. Bahkan tokoh yang dulu berkuasa di Kalbar pun, setelah lengser, masih harus “mengusulkan”, tanda bahwa posisi Kalbar dalam peta prioritas nasional belum benar-benar kuat. (*)
Editor : Miftahul Khair
#konektivitas Kalimantan #kereta api kalimantan #infrastruktur rel #pembangunan infrastruktur