Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Bahasa Inggris Resmi Jadi Mata Pelajaran Wajib Siswa SD Mulai 2027, Guru Bakal Dapat Pelatihan Khusus

Uray Ronald • Senin, 22 Juni 2026 | 23:48 WIB
Mendikdasmen, Abdul Mu’ti
Mendikdasmen, Abdul Mu’ti

 

PONTIANAK POST — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyatakan Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib di seluruh Indonesia mulai 2027. Kebijakan tersebut akan diterapkan secara bertahap dan dimulai dari siswa kelas 3 Sekolah Dasar (SD) atau sederajat.

Pernyataan itu disampaikan Abdul Mu'ti saat meninjau progres revitalisasi SDN Utue di Kabupaten Pidie, Aceh, Senin (22/6). Pemerintah menilai penguasaan Bahasa Inggris menjadi kebutuhan penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi persaingan global yang semakin kompetitif.

Disiapkan untuk Meningkatkan Daya Saing Global

Menurut Abdul Mu'ti, kebijakan mewajibkan Bahasa Inggris sejak jenjang sekolah dasar merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia internasional.

“Kebijakan ini bertujuan untuk mempersiapkan generasi masa depan yang lebih siap untuk berkompetisi di dunia global,” kata Abdul Mu'ti dilansir Antara.

Baca Juga: Mendikdasmen Tetapkan Bahasa Inggris Jadi Mata Pelajaran Wajib untuk Siswa SD Mulai Tahun Ajaran 2027 di Seluruh Indonesia

Pemerintah menilai kemampuan berbahasa Inggris tidak lagi sekadar menjadi nilai tambah. Di era digital dan keterhubungan global saat ini, keterampilan komunikasi internasional menjadi salah satu faktor penting dalam dunia pendidikan, teknologi, hingga pasar kerja.

Bahasa Inggris Diperkenalkan Sejak Dini

Pengenalan Bahasa Inggris sejak usia sekolah dasar diharapkan membantu siswa lebih mudah menguasai kemampuan berbahasa asing. Sejumlah penelitian pendidikan menunjukkan anak-anak cenderung memiliki kemampuan penyerapan bahasa yang lebih baik pada usia dini.

Menurut Abdul Mu'ti, pemerintah tidak hanya menargetkan peningkatan kemampuan akademik siswa, tetapi juga memperkuat kapasitas komunikasi global generasi muda Indonesia.

Guru Bakal Mendapat Pelatihan Khusus

Keberhasilan implementasi kebijakan tersebut akan ditopang oleh peningkatan kompetensi tenaga pendidik. Pemerintah berencana memberikan pelatihan kepada guru agar mampu mengajarkan Bahasa Inggris secara efektif dan merata di seluruh wilayah Indonesia.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat kualitas pembelajaran akan sangat bergantung pada kesiapan guru di lapangan.

Peningkatan Kapasitas Guru Jadi Prioritas

Abdul Mu'ti menegaskan program penguatan kompetensi guru akan dilakukan secara berkelanjutan sebelum kebijakan diterapkan secara penuh pada 2027.

“Insya Allah, peningkatan kapasitas guru untuk pembelajaran Bahasa Inggris akan terus ditingkatkan guna melahirkan generasi yang mampu menguasai bahasa asing,” ujarnya.

Menjawab Tantangan Dunia yang Semakin Terhubung

Pemerintah melihat perkembangan teknologi informasi, ekonomi digital, dan mobilitas global membuat kemampuan berbahasa Inggris semakin dibutuhkan. Bahasa Inggris saat ini menjadi salah satu bahasa utama dalam akses ilmu pengetahuan, riset, teknologi, dan komunikasi internasional.

Di berbagai sektor pekerjaan, kemampuan berbahasa Inggris juga menjadi salah satu kompetensi yang banyak dicari oleh perusahaan dan institusi global.

Bekal untuk Generasi Masa Depan

Bagi siswa yang saat ini berada di bangku sekolah dasar, kebijakan tersebut diharapkan menjadi investasi jangka panjang untuk menghadapi tantangan masa depan. Penguasaan Bahasa Inggris diyakini dapat membuka akses yang lebih luas terhadap pendidikan, informasi, dan peluang karier.

Menurut data EF English Proficiency Index (EF EPI) 2025, kemampuan Bahasa Inggris Indonesia masih berada pada kategori "rendah".

Indonesia menempati peringkat ke-80 dari 123 negara dan wilayah yang disurvei dengan skor 471, masih berada di bawah rata-rata global yang mencapai 488 poin. Di tingkat Asia, Indonesia berada di posisi ke-12 dari 25 negara yang masuk dalam pemeringkatan.

Baca Juga: Mendikdasmen Rancang SMK Empat Tahun untuk Cetak Lulusan Siap Kerja

Laporan yang disusun berdasarkan hasil tes lebih dari 2,2 juta peserta dewasa di seluruh dunia tersebut menunjukkan bahwa negara-negara dengan tingkat kecakapan Bahasa Inggris tertinggi masih didominasi kawasan Eropa. 

Belanda menempati posisi pertama dunia dengan skor 624, disusul Kroasia dan Austria. Sementara di kawasan Asia Tenggara, kemampuan Bahasa Inggris Indonesia masih berada di bawah Filipina dan Malaysia yang masuk kategori kecakapan tinggi.

Temuan tersebut menjadi salah satu alasan penting di balik kebijakan pemerintah mewajibkan pembelajaran Bahasa Inggris mulai kelas 3 SD pada 2027.

Bagian dari Transformasi Pendidikan Nasional

Kebijakan menjadikan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Selain memperkuat kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi, pemerintah juga ingin memastikan lulusan sekolah Indonesia memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21.

Pemerintah optimistis langkah tersebut akan membantu mencetak generasi yang tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global.

Pihak Kemendikdasmen meyakini kebijakan ini akan menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang adaptif, komunikatif, dan siap menghadapi perubahan dunia yang berlangsung semakin cepat.*

Editor : Uray Ronald
#Bahasa Inggris wajib #mata pelajaran Bahasa Inggris #pendidikan Indonesia 2027 #mendikdasmen #Siswa SD