PONTIANAK POST - Permintaan produk pangan Indonesia di pasar internasional terus membuka peluang bagi pelaku usaha nasional.
Salah satunya terlihat dari ekspor gula kelapa yang kembali menembus pasar Amerika Serikat.
Dikutip dari Jawapos, Kementerian Perdagangan (Kemendag) melepas ekspor 20 ton gula kelapa produksi PT Integral Mulia Cipta (IMC) ke Chicago, Amerika Serikat, akhir pekan lalu.
Baca Juga: Kementan Kejar Target 97 Ribu Hektare Tebu, Pabrik Gula Diminta Gerak Cepat Amankan CPCL 2026
Komoditas senilai USD46.000 atau sekitar Rp822,48 juta tersebut merupakan hasil program business matching yang difasilitasi Kemendag.
Didukung fasilitas perdagangan
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, pengiriman tersebut juga didukung penggunaan Surat Keterangan Asal (SKA) Form B yang memberikan kemudahan akses tarif bea masuk di negara tujuan.
"Kami ingin tumbuh bersama-sama dan meningkatkan ekspor komoditas unggulan daerah. Salah satunya melalui kerja sama dengan Kabupaten Banyumas untuk meningkatkan ekspor gula kelapa ke berbagai negara. Pelaku usaha silakan memanfaatkan berbagai fasilitas perdagangan untuk memperoleh keuntungan dan mengembangkan usaha," ujar Budi.
Baca Juga: Tim Kemendag Verifikasi Proyek Pasar Induk, Sujiwo: Persiapan Pembangunan Sudah Matang
Menurutnya, salah satu fasilitas yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha adalah program business matching serta penggunaan SKA agar produk Indonesia memperoleh tarif bea masuk yang lebih kompetitif di pasar ekspor.
"PT IMC adalah contoh pelaku usaha yang berhasil memperluas jangkauan pasarnya dengan mengoptimalkan fasilitasi perdagangan," ujar Budi.
Permintaan terus meningkat
Baca Juga: Ekspor Perdana ke Pasar Internasional, Terminal Kijing Mencatatkan Throughput 1,5 Juta Ton
Direktur PT IMC Mario Ngensowidjaja mengatakan prospek pasar gula kelapa Indonesia masih sangat besar karena permintaannya terus meningkat, terutama dari Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.
"Permintaan gula kelapa di luar negeri sangat luar biasa. Gula kelapa menjadi intan permatanya produk Indonesia untuk ekspor," ujar Mario. (*)
Editor : Chairunnisya