PONTIANAK POST – Program Magang BRIN 2026 didorong menjadi pintu awal bagi mahasiswa Indonesia untuk menekuni dunia penelitian sekaligus membangun karier sebagai periset profesional.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menilai pengalaman riset sejak bangku kuliah menjadi bekal penting dalam mencetak talenta yang mampu bersaing di tingkat global.
Program tersebut menyasar mahasiswa aktif jenjang D4 dan S1 dari program studi terakreditasi. Selain memperoleh pengalaman penelitian, peserta akan didampingi para ahli, menggunakan fasilitas riset BRIN, hingga berpeluang melanjutkan karier di ekosistem riset nasional.
Baca Juga: Program Magang Nasional 2026 Tawarkan Gaji Rp3,5-6 Juta, Peluang Jadi Pegawai Tetap
Riset Menjadi Ruang Mengembangkan Potensi Mahasiswa
Direktur Manajemen Talenta BRIN Ajeng Arum Sari mengatakan kegiatan penelitian memberi ruang luas bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan intelektual sekaligus merancang jenjang karier di bidang riset.
"Ketika kita menjadi peneliti, kita akan bisa mengaktualisasikan kemampuan intelektual kita, kemudian juga kita bisa memilah karier kita sampai jenjang peneliti utama, misalnya sampai menjadi profesor riset," kata Ajeng Arum Sari dilansir Antara, Kamis (2/7).
Menurutnya, pengalaman melakukan penelitian sejak dini bukan hanya memperkaya kompetensi akademik, tetapi juga membuka peluang berkontribusi dalam menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Baca Juga: Program Magang Nasional Dibuka Lagi, Kuota Naik Jadi 150 Ribu Peserta
Tiga Keunggulan Program Magang BRIN
Ajeng menyebut terdapat tiga alasan utama mahasiswa memulai perjalanan riset melalui BRIN.
Infrastruktur Riset Lengkap
BRIN memiliki infrastruktur penelitian yang komprehensif, mulai dari fasilitas riset luar angkasa hingga laboratorium bawah tanah. Seluruh fasilitas tersebut berada di bawah naungan 12 organisasi riset dan 87 pusat riset.
Penelitian Didukung Pembiayaan
Peserta magang tidak perlu menanggung biaya penelitian. Seluruh kebutuhan riset difasilitasi melalui peneliti pembimbing dari BRIN sehingga mahasiswa dapat lebih fokus menyelesaikan penelitian.
Didampingi Pakar Berpengalaman
Setiap peserta memperoleh pendampingan langsung dari peneliti BRIN. Kehadiran mentor diharapkan membantu mahasiswa meningkatkan kualitas penelitian sekaligus memperluas wawasan ilmiah.
Magang Menjadi Awal Karier Periset
Ajeng menjelaskan masa magang berlangsung selama enam bulan. Setelah itu, mahasiswa didorong melanjutkan penelitian sebagai tugas akhir agar proses penyelesaian studi dapat berlangsung lebih cepat.
Bagi mahasiswa yang ingin berkarier sebagai peneliti, BRIN telah menyiapkan jalur pengembangan berkelanjutan. Ekosistem tersebut meliputi kompetisi riset, beasiswa pascasarjana Degree by Research, beasiswa doktor talenta riset, hingga program post-doctoral.
Seluruh tahapan tersebut dapat menjadi jalan menuju karier sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan BRIN.
Baca Juga: Pengamat: Magang Nasional 2026 Jawab Kebutuhan Fresh Graduate, Harapan Baru bagi Lulusan Baru
Syarat Mengikuti Program Magang BRIN 2026
Mahasiswa yang ingin mengikuti Program Magang BRIN 2026 wajib memenuhi persyaratan sebagai berikut:
-
Berstatus mahasiswa aktif jenjang D4 atau S1.
-
Berasal dari program studi yang telah terakreditasi.
-
Terdaftar secara resmi di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).
Program ini diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan riset sejak di bangku kuliah.
Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menjadi lulusan yang kompeten, tetapi juga calon periset yang mampu menghasilkan inovasi bagi pembangunan nasional.*
Editor : Uray Ronald