PONTIANAK POST- Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan penguatan konektivitas udara menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang, Belitung, sebagai destinasi wisata berkelas dunia sekaligus mendorong pertumbuhan investasi pariwisata.
“KEK ini bukan hanya pintu masuk investasi, tetapi juga etalase pariwisata Belitung yang mengedepankan pembangunan berkelanjutan, pelestarian budaya, wisata bahari, geowisata, kuliner, serta penguatan UMKM lokal,” kata Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Menurut Widiyanti, konektivitas transportasi menjadi salah satu kunci agar Belitung mampu bersaing dengan destinasi wisata internasional. Hadirnya penerbangan Scoot yang melayani rute Singapura–Belitung dinilai menjadi momentum penting untuk memperluas akses wisatawan mancanegara menuju Belitung, khususnya KEK Tanjung Kelayang.
Ia mengatakan penerbangan langsung tersebut tidak hanya membuka peluang peningkatan jumlah kunjungan wisatawan asing, tetapi juga memperkuat posisi Belitung sebagai salah satu destinasi prioritas nasional yang memiliki keunggulan pada wisata bahari, geowisata, budaya, gastronomi, serta desa wisata berbasis masyarakat.
Sementara itu, Direktur PT Belitung Pantai Intan sekaligus pengelola KEK Tanjung Kelayang, Daniel Alexander Napitupulu, mengatakan kawasan yang dikenal dengan nama Tanjung Kelayang Reserve terus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata premium yang mengedepankan konservasi dan pembangunan berjejak karbon rendah.
Daniel mengungkapkan kawasan seluas 324,4 hektare tersebut terus menarik investasi baru dengan tetap menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan. Salah satu proyek yang tengah berjalan ialah pembangunan resor berkonsep low density yang memanfaatkan material dari dalam kawasan serta pengembangan destinasi wisata minat khusus (special interest tourism).
Selain pengembangan akomodasi, pengelola juga menambah berbagai fasilitas rekreasi. Lapangan pickleball yang telah beroperasi mendapat sambutan positif dari wisatawan sehingga akan dilengkapi dengan satu lapangan tenis, satu lapangan pickleball tambahan, dan satu lapangan padel.
KEK Tanjung Kelayang juga akan menghadirkan pusat kebugaran yang dibangun di kawasan desa sebagai bagian dari upaya memperkaya pengalaman wisata bagi pengunjung.
Di sektor wisata bahari, sejumlah pelaku usaha terus meningkatkan investasi melalui penyediaan kapal untuk mendukung berbagai aktivitas wisata. Kapal-kapal tersebut tidak hanya digunakan sebagai sarana transportasi, tetapi juga dirancang untuk menghadirkan pengalaman wisata seperti makan malam di atas kapal dan sunset cruise.
Dari total luas kawasan 324,4 hektare, sekitar separuhnya ditetapkan sebagai area konservasi yang dikelola bersama resident biologist melalui berbagai kegiatan pelestarian secara rutin. Kawasan tersebut menjadi habitat beragam satwa, antara lain trenggiling, tarsius, kancil, capung endemik, dan elang laut.
Selain itu, kawasan konservasi tersebut juga menjadi habitat tanaman endemik Hopea bilitonensis atau pohon pelepah, anggrek hantu (ghost orchid), serta jamur pelawan yang tumbuh secara alami.
“Kawasan ini juga tidak menggunakan air tanah dan sepenuhnya mengandalkan air tadah hujan. Ini menjadi langkah antisipatif terhadap risiko penurunan muka tanah akibat eksploitasi air tanah berlebihan, seperti yang terjadi di sejumlah kawasan pesisir Pulau Jawa,” ungkap Daniel. (ant)
Editor : Basilius Andreas Gas