Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

BPBD Kotawaringin Timur Percepat Penanganan Karhutla di Baamang Hulu untuk Cegah Gangguan Operasional Bandara Haji Asan Sampit

Basilius Andreas Gas • Senin, 6 Juli 2026 | 20:02 WIB
Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam saat memantau situasi karhutla di Kelurahan Baamang Hulu yang masih restrict area bandara, Jumat (3/7). (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)
Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam saat memantau situasi karhutla di Kelurahan Baamang Hulu yang masih restrict area bandara, Jumat (3/7). (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)

PONTIANAK POST- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan Baamang Hulu yang dinilai rawan karena berada di sekitar objek vital, yakni Bandara Haji Asan Sampit.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur Multazam mengatakan kawasan tersebut menjadi prioritas penanganan karena memiliki tingkat risiko tinggi apabila terjadi kebakaran lahan.

“Yang di Kota Sampit ini memang agak berisiko. Daerah-daerah ini kami anggap urgen untuk ditangani sejak awal karena dekat dengan objek vital. Jangan sampai aktivitas bandara terganggu,” kata Multazam di Sampit, Senin.

Berdasarkan data BPBD selama beberapa tahun terakhir, kawasan Baamang Hulu termasuk wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran lahan sehingga memerlukan penanganan cepat untuk mencegah meluasnya titik api.

Ia menjelaskan, total luas lahan yang terdampak karhutla dalam beberapa waktu terakhir diperkirakan mencapai sekitar 11 hektare. Luasan tersebut tersebar di Kecamatan Mentaya Hilir Utara sekitar tiga hektare, Kecamatan Seranau sekitar empat hektare, dan Kecamatan Baamang sekitar empat hektare.

BPBD Kotawaringin Timur juga terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Provinsi Kalimantan Tengah guna memperoleh dukungan pemadaman melalui operasi water bombing apabila kondisi di lapangan memerlukan.

Menurut Multazam, helikopter pemadam saat ini masih disiagakan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya dan siap dioperasikan sesuai perkembangan situasi.

“Sementara untuk operasi modifikasi cuaca telah berakhir sejak Sabtu lalu karena berdasarkan informasi BMKG tidak lagi tersedia potensi awan hujan. Maka dari itu, kami sangat berharap kesadaran masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Haji Asan Sampit Abdul Haris memastikan aktivitas penerbangan hingga saat ini masih berjalan normal dan belum terdampak kabut asap akibat karhutla. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
#risiko tinggi #Rawan #bpbd #karhutla