PONTIANAK POST – Duka mendalam menyelimuti keluarga Briptu (Anumerta) Nopandri Ramadhana, anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Katingan yang gugur saat menjalankan tugas. Di balik pengabdiannya kepada negara, almarhum ternyata tengah mempersiapkan momen penting dalam hidupnya, yakni meminang perempuan yang dicintainya sebelum melangsungkan pernikahan.
Harapan itu pupus setelah insiden berdarah di Desa Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kamis (2/7) dini hari, merenggut nyawanya. Nopandri menjadi satu dari tiga anggota Polri yang gugur dalam peristiwa tersebut.
Rencana Pernikahan Tak Pernah Terwujud
Perwakilan keluarga, Edi Rahmat Sosiawan, mengungkapkan almarhum telah memiliki rencana untuk melamar sang kekasih dalam waktu dekat. Bahkan, calon istri beserta keluarganya hadir dalam prosesi pemakaman yang digelar pada Minggu (5/7).
"Almarhum ini sebetulnya akan meminang seseorang sebagai calon istrinya. Sekarang juga hadir di tengah-tengah kita, termasuk calon mertua," ujar Edi.
Meski tidak mengungkap identitas calon mempelai perempuan, Edi meminta seluruh keluarga dan kerabat yang ditinggalkan tetap tabah menghadapi musibah tersebut.
Keluarga Sampaikan Permohonan Maaf
Dalam prosesi pemakaman, keluarga juga menyampaikan permohonan maaf kepada rekan kerja, sahabat, dan masyarakat apabila semasa hidup almarhum pernah melakukan kesalahan.
Keluarga turut memohon doa agar seluruh amal ibadah dan pengabdian almarhum diterima serta diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
"Kami mohon doa, semoga almarhum diberikan ampunan atas segala kesalahannya semasa hidup serta diterima segala amal, ibadah, dan pengabdiannya kepada bangsa dan negara," kata Edi.
Apresiasi untuk Tim Pencarian
Mewakili keluarga, Edi menyampaikan terima kasih kepada jajaran Polri, khususnya Kapolda Kalimantan Tengah dan Kapolres Katingan, atas penghargaan kenaikan pangkat luar biasa anumerta yang diberikan kepada almarhum.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada tim gabungan dan masyarakat yang terlibat dalam proses pencarian hingga pemakaman Briptu Nopandri secara layak.
Kisah Nopandri menjadi pengingat bahwa di balik setiap personel yang gugur saat bertugas, terdapat keluarga dan cita-cita yang ikut terhenti. Rencana membangun rumah tangga yang telah disusun bersama sang kekasih kini tinggal menjadi kenangan. (ars)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro