Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Akhirnya Indonesia Kirim Menlu dan Ketua MPR ke Pemakaman Ali Khamenei

Aristono Edi Kiswantoro • Selasa, 7 Juli 2026 | 22:48 WIB
Sejumlah pengunjung menuliskan petisi atas meninggalnya Ayatullah Seyyed Ali Khamenei di Kedutaan Besar Orang, Jakarta, Kamis (05/03/2026). Kedutaan Besar Iran mengundang masyarakat umum untuk acara doa bersama, mengenang dan penandatanganan petisi sebagai bentuk solidaritas, kepedulian kemanusiaan, dan komitmen terhadap nilai-nilai keadilan internasional atas serangan yang dilancarkan oleh Amerika-Israel ke Iran pada pekan lalu. HANUNG HAMBARA/JAWA POS
Sejumlah pengunjung menuliskan petisi atas meninggalnya Ayatullah Seyyed Ali Khamenei di Kedutaan Besar Orang, Jakarta, Kamis (05/03/2026). Kedutaan Besar Iran mengundang masyarakat umum untuk acara doa bersama, mengenang dan penandatanganan petisi sebagai bentuk solidaritas, kepedulian kemanusiaan, dan komitmen terhadap nilai-nilai keadilan internasional atas serangan yang dilancarkan oleh Amerika-Israel ke Iran pada pekan lalu. HANUNG HAMBARA/JAWA POS

 

PONTIANAK POST – Pemerintah Indonesia memutuskan mengirim Menteri Luar Negeri Sugiono dan Ketua MPR Ahmad Muzani sebagai utusan resmi ke prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei pada Rabu (9/7). Keputusan itu diambil setelah pemerintah Iran hanya memberikan akses kepada delegasi dengan tingkat di atas duta besar.

Perubahan rencana tersebut muncul di tengah kritik mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal, yang mempertanyakan komitmen Indonesia terhadap politik luar negeri bebas aktif karena semula hanya berencana mengirim duta besar.

Akses Dubes Ditolak, Pemerintah Ubah Delegasi

Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan pemerintah awalnya telah menunjuk Duta Besar RI untuk Iran sebagai perwakilan resmi dalam prosesi pemakaman. Keputusan tersebut mempertimbangkan padatnya agenda kenegaraan di dalam negeri sehingga sejumlah pejabat tidak dapat meninggalkan Indonesia.

Namun, setelah komunikasi lanjutan dengan pemerintah Iran, Indonesia memperoleh informasi bahwa akses ke prosesi pemakaman hanya diberikan kepada pejabat dengan tingkat di atas duta besar.

"Karena pemakaman itu akan dilaksanakan pada tanggal 9 (Juli), kita berencana akan hadir. Ini kita masih menunggu jawaban, waktu dan tempat di mana kita bisa menghadiri acara pemakaman tersebut," kata Sugiono.

Ia menambahkan, besarnya jumlah pelayat membuat otoritas Iran masih mengatur lokasi atau spot yang memungkinkan untuk menerima delegasi Indonesia.

Dino Patti Djalal Soroti Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Sebelumnya, Dino Patti Djalal melalui akun media sosial pribadinya mengkritik rencana pemerintah yang hanya mengirim duta besar.

Menurutnya, Iran telah berupaya mengundang delegasi resmi Indonesia, sehingga absennya pejabat tinggi dinilai dapat dipersepsikan sebagai kurangnya penghormatan terhadap hubungan bilateral.

Ia juga menilai Indonesia berpotensi menjadi satu-satunya negara berpenduduk mayoritas Muslim yang tidak mengirim delegasi resmi tingkat tinggi apabila tetap hanya diwakili duta besar.

Pemakaman Berlangsung Sepekan, Ribuan Pelayat Padati Qom

Prosesi pemakaman Ali Khamenei telah berlangsung sejak Sabtu (4/7). Mengutip Arab News, ribuan warga kembali memadati Kota Qom pada hari keempat rangkaian penghormatan terakhir.

Jenazah disemayamkan di Masjid Jamkaran sebelum dibawa menuju Mausoleum Fatima Masumeh. Tayangan televisi pemerintah Iran memperlihatkan jalan-jalan dipenuhi pelayat yang mengikuti doa bersama yang dipimpin Ayatullah Abdollah Javadi-Amoli.

Setelah dari Qom, jenazah dijadwalkan dibawa ke Najaf dan Karbala di Irak sebelum dimakamkan di Mashhad, kota kelahirannya.

Mojtaba Khamenei Belum Muncul di Hadapan Publik

Di tengah rangkaian pemakaman, perhatian publik juga tertuju pada belum munculnya Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei.

Sejumlah sumber internal pemerintahan Iran menyebut pertimbangan keamanan menjadi alasan utama. Israel sebelumnya secara terbuka menyatakan Mojtaba sebagai salah satu target.

Meski belum tampil di depan publik, Mojtaba tetap menjalankan fungsi kenegaraan, termasuk menunjuk kembali Gholam-Hossein Mohseni-Ejei sebagai Ketua Mahkamah Agung Iran untuk masa jabatan lima tahun.

Ketegangan Berlanjut di Selat Hormuz

Di tengah prosesi pemakaman, situasi keamanan kawasan kembali memanas setelah sebuah kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz dilaporkan diserang usai mengabaikan peringatan dari otoritas Iran.

Menurut dua pejabat Amerika Serikat, dua kapal menjadi sasaran proyektil yang belum diketahui asalnya. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Hingga berita ini ditulis, pemerintah Iran belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai serangan tersebut. **

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Ali Khamenei #politik luar negeri bebas aktif #selat hormuz #ahmad muzani #sugiono