Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Kemnaker Perkuat Ekosistem MagangHub 2026, Targetkan Menampung 150 Ribu Peserta

Rafael B. Junior • Rabu, 8 Juli 2026 | 14:33 WIB
Program Magang Nasional MagangHub 2026 Kemnaker.
Program Magang Nasional MagangHub 2026 Kemnaker.

 

PONTIANAK POST - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat kualitas dan ekosistem Magang Nasional (MagangHub) 2026 yang transparan dan efektif melalui penguatan tata kelola serta kolaborasi lintas sektor.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dalam keterangannya dikutip dari Antara, Selasa, mengatakan upaya tersebut melibatkan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, serta perluasan kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri yang memiliki daya serap tenaga kerja tinggi.

“Kami akan melakukan penguatan tata kelola MagangHub melalui kurikulum berbasis kebutuhan industri, standardisasi kualitas pembimbing (mentor), dan evaluasi ketat terhadap perusahaan penyelenggara,” ujar Menaker.

Baca Juga: Peluang Emas, BRIN Dorong Mahasiswa Jadi Periset Global Lewat Program Magang 2026

Selain memperkuat tata kelola, Kemnaker juga akan meningkatkan fungsi pengawasan dan pembinaan guna memastikan seluruh penyelenggara mematuhi ketentuan yang berlaku.

Yassierli menilai, langkah ini dilakukan untuk menjamin perlindungan hak-hak peserta sekaligus menjaga kualitas penyelenggaraan MagangHub.

Lebih lanjut, Menaker mengatakan pada program Magang Nasional 2026, pemerintah juga berkomitmen untuk memperluas sebaran lokasi penyelenggaraan serta diversifikasi sektor industri agar manfaat MagangHub dapat dirasakan lebih merata oleh generasi muda di seluruh wilayah Indonesia.

Ia juga mengatakan bahwa sebagai bagian dari penguatan kualitas program, program ini ke depan akan diintegrasikan dengan sistem sertifikasi kompetensi kerja.

“Integrasi dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) ini diperlukan agar peserta memperoleh sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional, sehingga memberikan nilai tambah yang nyata saat mereka memasuki dunia kerja,” kata Menaker Yassierli.

 Baca Juga: Belajar dari Kasus Fidusia di Sanggau: Waspada Modus Pinjam Nama untuk Kredit Motor, Iming-Iming Rp4 Juta Berujung 2 Tahun Penjara

Tampung 150 Ribu Peserta

Sementara itu, pelaksanaan Magang Nasional tahun ini ditargetkan mampu menampung 150 ribu orang peserta yang merupakan lulusan baru (fresh graduate) perguruan tinggi.

Kuota peserta pada periode (batch) pertama dari Magang Nasional 2026 adalah sebanyak 50 ribu orang, dengan pendaftarannya akan dibuka pada 15-28 Juli mendatang.

Banyak Terserap di Sektor Keuangan

Kemnaker mencatat alumni MagangHub paling banyak mendapatkan penawaran kerja atau terserap di sektor keuangan.

“Peserta yang mendapatkan penawaran kerja berdasarkan sektor. Ini ada kita lihat ada finance, wholesale trade, kemudian manufaktur, health, akomodasi. Dan ini yang paling besar ini (sektor) finance, ya, di bidang keuangan,” kata Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin.

dBaca Juga: Komisi III DPR Desak Polri Usut Dalang Spam Judi Online di Media Sosial, Minta Operator dan Pengendali Akun Bot Segera Ditangkap

Berdasarkan data Kemnaker, sektor finansial menyerap 23,4 persen dari alumni peserta program Magang Nasional 2025.

Sementara, urutan kedua adalah sektor perdagangan grosir (wholesale trade) dengan 17,9 persen, disusul sektor manufaktur yang menyerap 16,5 persen dari alumni peserta.

Lebih lanjut, sektor kesehatan (health) dan akomodasi berada di urutan keempat dan kelima, dengan persentase masing-masing 10,3 persen dan 5,2 persen.

Secara keseluruhan, sebanyak 30 persen alumni peserta Magang Nasional sudah ditawari oleh perusahaan tempat mereka menimba pengalaman kerja selama enam bulan.

Baca Juga: Kemendikdasmen Majukan Pendaftaran TKA SMA Mulai 27 Juli 2026, Ini Jadwal Lengkapnya

“Dari data survei juga, anak-anak magang yang kita siapkan, itu rata-rata 30 persen (dari) mereka itu setelah magang, diterima di perusahaan tempat mereka bekerja,” ujar Wamenaker Afriansyah.

Selanjutnya, sebanyak 34 persen alumni peserta angkatan pertama belum ditawari perusahaan, tapi ada indikasi untuk direkrut. Sementara 36 persen sisanya tidak ditawarkan pekerjaan setelah program berakhir.

Untuk pelaksanaan Magang Nasional 2026 atau angkatan kedua, Afriansyah mengatakan Kemnaker menargetkan jumlah peserta sebanyak 150 ribu orang yang dibagi dalam tiga periode (batch).

Lebih jauh, Kemnaker juga akan fokus agar sebaran wilayah dan bidang magang lebih merata, memperluas sasaran peserta yang lebih inklusif, pemberian sertifikasi bagi seluruh peserta Magang Nasional, serta melakukan monitoring dan evaluasi yang lebih baik dan komprehensif.

“Perbaikan monitoring dan evaluasi yang kami lakukan, yaitu pemantauan sejak awal hingga selesai, evaluasi kualitas penyelenggaraan dan mentor, dan pelacakan hasil pasca program,” kata Wamenaker Afriansyah.

Sementara itu, kuota peserta pada periode (batch) pertama dari Magang Nasional 2026 adalah sebanyak 50 ribu orang, dengan pendaftarannya akan dibuka pada 15-28 Juli mendatang. (ant)

Editor : Rafael B. Junior
#MagangHub 2026 #penyerapan kerja #kemnaker #transparan #Peserta