Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Harga Jual Masih Jadi Ganjalan Ekspor Listrik Hijau Indonesia ke Singapura

Rafael B. Junior • Rabu, 8 Juli 2026 | 14:41 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kanan) mendengarkan keterangan pers antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/7). (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kanan) mendengarkan keterangan pers antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/7). (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

 

PONTIANAK POST – Jalan menuju ekspor listrik hijau Indonesia ke Singapura tinggal menyisakan satu pekerjaan rumah. Pemerintah kini memfokuskan negosiasi pada penetapan harga jual listrik agar kerja sama yang telah disiapkan sejak tahun lalu benar-benar memberikan keuntungan bagi kedua negara.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pembahasan harga menjadi tahapan terakhir dalam proses negosiasi kerja sama energi Indonesia-Singapura. Pemerintah menegaskan harga listrik harus disusun berdasarkan prinsip saling menguntungkan atau win-win solution.

”Terkait harga listrik ke Singapura, prosesnya terus berjalan. Tetapi, kita masih menegosiasikan harga. Regulasi kita memang menempatkan penetapan harga di pemerintah. Kita ingin ada win-win, saling menguntungkan,” ujarnya di Jakarta, kemarin (7/7).

Baca Juga: Kementerian ESDM Pastikan Seluruh Sektor Siap Terapkan Biodiesel B50 Mulai Juli 2026

Menurut Bahlil, pembahasan tersebut merupakan kelanjutan dari nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani kedua negara pada tahun lalu. Dalam kerja sama itu terdapat tiga proyek utama yang saling terintegrasi, yakni ekspor listrik hijau ke Singapura, pengembangan kawasan industri hijau, serta proyek carbon capture and storage (CCS).

Dia menjelaskan, aspek harga menjadi krusial kaena pemerintah memiliki kewenangan menetapkannya sesuai regulasi nasional. Karena itu, negosiasi tidak hanya mempertimbangkan nilai komersial, tetapi juga manfaat ekonomi jangka panjang bagi Indonesia sebagai pemasok energi bersih.

Bahlil optimistis kesepakatan harga dapat segera dicapai sehingga implementasi perdagangan listrik lintas batas bisa segera direalisasikan. “Saya pikir sebentar lagi akan ada titik temu,” imbuhnya.

Pembahasan kerja sama energi tersebut menjadi bagian dari pertemuan bilateral Indonesia-Singapura yang menghasilkan 26 kesepakatan. Sebanyak 18 merupakan kerja sama antarpemerintah, sedangkan delapan lainnya melibatkan pelaku usaha.

Kesepakatan itu mencakup berbagai sektor strategis, mulai perdagangan, investasi, konektivitas, ekonomi digital, keamanan siber, pertahanan, hingga energi. Pemerintah berharap proyek ekspor listrik hijau dapat segera berjalan untuk mendukung transisi energi sekaligus memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara. (bry/dio)

Editor : Rafael B. Junior
#ekspor #singapura #pemerintah #listrik hijau #Kerja Sama Energi