Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Kemendukbangga Dorong Daerah Perluas Akses Pendidikan Lewat Peta Jalan Pembangunan Kependudukan Menuju Indonesia Emas 2045

Basilius Andreas Gas • Rabu, 8 Juli 2026 | 19:49 WIB
Wamendukbangga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka (depan, kanan) dalam taklimat media menuju Hari Kependudukan Sedunia di Jakarta, Rabu (8/7). (ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari)
Wamendukbangga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka (depan, kanan) dalam taklimat media menuju Hari Kependudukan Sedunia di Jakarta, Rabu (8/7). (ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari)

PONTIANAK POST- Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN mendorong pemerintah daerah memperluas akses pendidikan melalui implementasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) sebagai strategi membangun sumber daya manusia yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga)/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan pembangunan kependudukan tidak cukup hanya bertumpu pada program keluarga berencana, tetapi juga harus didukung pemerataan akses pendidikan serta pelibatan generasi muda dalam penyusunan kebijakan.

"Melalui PJPK, pemerintah mendorong pemerintah daerah berinovasi memperluas akses pendidikan, di antaranya lewat beasiswa dan kemitraan dengan perguruan tinggi, serta mengintegrasikan program pembinaan remaja seperti Sekolah Siaga Kependudukan, Generasi Berencana (Genre), dan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) untuk menyiapkan sumber daya manusia berkualitas menuju Indonesia Emas," katanya dalam taklimat media menuju Hari Kependudukan Sedunia di Jakarta, Rabu.

Menurut Isyana, pemerintah daerah perlu menghadirkan berbagai inovasi yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan angka partisipasi sekolah, tetapi juga membuka akses pendidikan yang lebih luas sekaligus melibatkan generasi muda dalam perumusan kebijakan kependudukan. Langkah tersebut merupakan bagian dari implementasi PJPK yang disusun secara lintas sektor untuk menjawab tantangan pembangunan manusia di setiap daerah.

"Pemerintah sudah menjalankan Sekolah Rakyat bagi anak dari keluarga kurang mampu dan Sekolah Garuda bagi siswa berprestasi sebagai strategi memperluas akses pendidikan. PJPK menetapkan indikator seperti rata-rata lama sekolah dan partisipasi pendidikan tinggi, dengan mendorong pemerintah daerah menghadirkan inovasi melalui beasiswa dan kemitraan dengan perguruan tinggi," paparnya.

Ia menambahkan, Kemendukbangga/BKKBN juga mengembangkan pendekatan pembangunan kependudukan yang mencakup seluruh siklus kehidupan, mulai dari perencanaan keluarga sebelum menikah hingga pemberdayaan lanjut usia.

"Selain itu, Kemendukbangga/BKKBN juga aktif melibatkan generasi muda melalui Sekolah Siaga Kependudukan, Genre, dan PIK-R agar remaja memahami isu kependudukan, kesehatan reproduksi, kesehatan mental, serta mampu merencanakan masa depan secara lebih matang," ucap Isyana.

Menurutnya, seluruh program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menekan angka perkawinan anak dan stunting, serta memperkuat keterhubungan (link and match) antara dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
#Kemendukbangga #PJPK #bkkbn #indonesia emas