Kasus MBG Terulang, Puluhan Siswa Jogja Diduga Keracunan Saat BGN Tengah Benahi Tata Kelola

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 00:10 WIB
SAKIT: Siswa SMPN 3 Wates DIY merintih kesakitan saat di IGD Puskesmas Wates diduga akibat keracunan menu MBG. (ISTIMEWA)
SAKIT: Siswa SMPN 3 Wates DIY merintih kesakitan saat di IGD Puskesmas Wates diduga akibat keracunan menu MBG. (ISTIMEWA)

 

PONTIANAK POST – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mendapat sorotan setelah puluhan siswa SMP Negeri 3 Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), diduga mengalami keracunan usai menyantap menu MBG, Selasa (21/7).

Para siswa mengalami sejumlah gangguan kesehatan, mulai dari diare, mual, muntah, nyeri perut hingga demam. Dugaan sementara, gangguan tersebut berkaitan dengan menu ayam saus barbeque (BBQ) yang diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangwuni.

Kejadian itu muncul ketika pemerintah tengah melakukan evaluasi besar-besaran terhadap tata kelola MBG menyusul berbagai persoalan keamanan pangan dalam pelaksanaan program tersebut.

Diduga Berasal dari Menu Ayam BBQ

Sekretaris Provinsi DIJ sekaligus Ketua Satgas MBG DIJ Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan, pihaknya menduga gangguan kesehatan yang dialami para siswa berasal dari lauk ayam saus BBQ yang disediakan SPPG Karangwuni.

Namun, dugaan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak terkait.

“Dugaan gangguan pencernaan disebabkan oleh ayam saus BBQ yang diolah oleh pihak SPPG,” kata Made.

Ia menjelaskan, kejadian tersebut diketahui saat Puskesmas Wates melakukan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) kepada para siswa.

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sejumlah pelajar mengalami gangguan pencernaan. Beberapa siswa bahkan harus bolak-balik ke kamar mandi akibat diare.

Selain keluhan pencernaan, sebagian siswa juga mengalami mual, muntah, nyeri perut, hingga demam.

SPPG Dievaluasi, Produksi Dihentikan Sementara

Satgas MBG DIJ menduga insiden tersebut terjadi akibat pengawasan terhadap penerapan standar operasional prosedur (SOP) produksi makanan belum berjalan maksimal.

Menurut Made, langkah cepat langsung dilakukan dengan melakukan evaluasi terhadap dapur penyedia makanan serta memperbaiki sistem sanitasi.

“Penanganan cepat sudah dilakukan, termasuk evaluasi dapur dan perbaikan sistem sanitasi. Produksi baru akan dilanjutkan setelah hasil pemeriksaan menyatakan aman,” ujarnya.

Pemerintah memastikan pemeriksaan terhadap proses pengolahan makanan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.

Orang Tua Mulai Kehilangan Kepercayaan

Kasus di SMPN 3 Wates bukan menjadi kejadian pertama. Tahun sebelumnya, sekolah tersebut juga sempat mengalami dugaan keracunan terkait program MBG.

Kondisi tersebut membuat sejumlah orang tua siswa merasa khawatir dan mempertimbangkan kembali pemberian makanan dari program pemerintah tersebut.

Salah satu wali murid, Wirawati, mengaku anaknya mengalami kejadian serupa pada 2025 dan kembali terdampak pada 2026.

“Yang hari ini (kemarin) sampai dibawa ke Puskesmas Wates, saya diberi tahu teman,” katanya.

Ia mengaku masih cemas meski anaknya telah diperbolehkan pulang.

Menurutnya, anaknya sudah mengeluhkan sakit perut sejak Senin (20/7). Ia sempat memberikan obat, tetapi kondisi anak tidak kunjung membaik hingga akhirnya dibawa ke Puskesmas Wates.

BGN Fokus Benahi Tata Kelola MBG

Di tengah munculnya kembali persoalan keamanan pangan, Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan penguatan internal dengan melantik lima pejabat pimpinan tinggi madya baru di Jakarta, Selasa (21/7).

Pergantian tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat sumber daya manusia dan memperbaiki tata kelola program MBG.

Lima pejabat baru tersebut yakni Lili Khamiliyah sebagai Sekretaris Utama, Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea sebagai Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola, Zainuri sebagai Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran, Mariman Darto sebagai Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama, serta Ketut Sumedana sebagai Deputi Bidang Pemantauan dan Kesehatan.

Plh Kepala BGN sekaligus Juru Bicara BGN Agustina Arumsari mengatakan, penguatan tata kelola menjadi prioritas utama lembaganya.

Menurut dia, tambahan personel diharapkan mampu membuat pelaksanaan MBG berjalan lebih baik.

“Empat dari sembilan pimpinan BGN adalah perempuan. Ini juga wujud komitmen kami terhadap SDG 5 Kesetaraan Gender,” ujarnya.

Operasional Jalan, Ekspansi Ditahan

Agustina mengatakan, BGN akan melakukan pembenahan menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG dalam satu bulan ke depan.

Selama proses evaluasi berlangsung, operasional program tetap berjalan. Namun, pemerintah sementara menghentikan penambahan titik layanan baru.

“Kalau ditanya seperti apa detailnya, nanti kita sisir satu per satu. Semua harus dicermati kembali. Mohon bersabar,” katanya.

Ia menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto memberikan waktu satu bulan kepada BGN untuk menyelesaikan proses penataan ulang.

Menteri Koordinator Bidang Pangan ditunjuk sebagai koordinator pembenahan program tersebut.

BGN memastikan evaluasi dilakukan agar tujuan utama MBG tetap tercapai, yakni menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. (ars)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
keracunan MBG Jogja SMPN 3 Wates evaluasi BGN tata kelola MBG keamanan pangan MBG