Prabowo Minta Investasi Kereta Api Ditingkatkan, DPR Ingatkan Butuh Anggaran Besar Buat Sektor Keselamatan

Khoiril Arif Ya'qob • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 13:08 WIB
Ilustrasi komitmen KAI dalam Menjaga Keselamatan Perjalanan Kereta Api melalui Pemeriksaan Lintas Jalan Kaki. (FIM)
Ilustrasi komitmen KAI dalam Menjaga Keselamatan Perjalanan Kereta Api melalui Pemeriksaan Lintas Jalan Kaki. (FIM)

PONTIANAK POST - Presiden Prabowo Subianto meminta agar investasi di sektor perkeretaapian ditingkatkan. Pesan itu disampaikan saat meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Jawa Tengah, Kamis (30/7), ketika berbicara mengenai pengembangan transportasi berbasis rel di Indonesia.

“Ah, ini saya titip pesan benar-benar sama Kereta Api Indonesia, kita harus investasi lebih banyak di bidang kereta api ya,” kata Prabowo.

Kereta Api Disebut Instrumen Ekonomi Rakyat

Sebelum menyampaikan pesan tersebut, Prabowo mengatakan kereta api merupakan moda transportasi yang memiliki manfaat bagi masyarakat karena berfungsi sebagai sarana logistik sekaligus angkutan publik.

Baca Juga: Dokumen Kemenhub Ungkap Rencana Kereta Api Kalimantan, Jalur Pontianak-Perbatasan Malaysia Ternyata Sudah Studi Kelayakan Sejak 2015

“Kereta api adalah instrumen logistik yang ekonomis. Kereta api memberi manfaat kepada rakyat banyak, terutama rakyat yang berpenghasilan rendah. Kereta api adalah instrumen ekonomi rakyat,” ujarnya.

Presiden juga mengatakan layanan kereta api tidak hanya perlu melayani kota-kota besar, tetapi juga kota-kota kecil. Selain itu, ia meminta perhatian terhadap peningkatan keselamatan perkeretaapian, termasuk penanganan perlintasan sebidang.

DPR Soroti Kebutuhan Anggaran

Sebelum pidato Presiden tersebut, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus juga pernah menyoroti kebutuhan anggaran untuk pembenahan keselamatan perkeretaapian dalam rapat kerja bersama Menteri Perhubungan pada (21/5).

Menurut Lasarus, penataan perlintasan sebidang membutuhkan biaya besar karena mencakup pembangunan underpass, overpass, pemasangan palang pintu, serta penyediaan petugas penjaga perlintasan.

Baca Juga: DPR Dorong Pembangunan Kereta Api di Sulawesi Tenggara, Pemerintah Merestui

“Kalau sudah bicara lintas sebidang supaya ini tidak berbahaya, tentu harus kita tata. Kita bikin underpass, kita bikin overpass, kita pasang pintu palang dengan penjaga, dan seterusnya. Tapi semua ini urusan yang membutuhkan biaya” ujar Lasarus dalam Raker dikutip dari laman DPR (21/5).

Ia juga menyatakan anggaran yang tersedia saat itu belum cukup untuk menyelesaikan seluruh kebutuhan keselamatan perkeretaapian.

“Apakah Rp4 triliun itu menyelesaikan masalah? Belum. Masih sangat jauh. Ada ribuan titik perlintasan sebidang yang belum dibangun,” tegas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu.

Dalam rapat kerja yang sama, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah mengalokasikan dana Rp4 triliun dari Presiden untuk memperkuat keselamatan perkeretaapian.

Dana tersebut antara lain digunakan untuk peningkatan fasilitas perlintasan sebidang serta pembangunan flyover dan underpass di sejumlah daerah.

Arah Pengembangan Perkeretaapian

Pada bagian lain pidatonya, Prabowo mengatakan kereta api merupakan bagian penting dari transportasi masa depan.

Baca Juga: BI Sebut Bali Butuh Kereta Api untuk Percepat Pemerataan Ekonomi

Menurutnya, pemerintah ingin mengembangkan transportasi berbasis listrik yang didukung energi hijau.

“Kereta api adalah bagian penting dalam pariwisata, transportasi masa depan. Kita ingin semua berbasis listrik. Kita akan bangun energi yang hijau, energi yang terbarukan,” kata Prabowo.

Editor : Miftahul Khair
konektivitas Kalimantan kereta api kalimantan Lasarus prabowo keselamatan