PONTIANAK POST - SMKN 6 Semarang meminta distribusi MBG SMKN 6 Semarang dihentikan sementara setelah ratusan siswa dan guru mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (31/7).
Hingga Minggu (2/8) siang, penyebab pasti kejadian tersebut belum diketahui. Pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dan investigasi terhadap dapur penyedia MBG masih dilakukan untuk memastikan sumber gangguan kesehatan.
Siswa Masih Dirawat, Sekolah Tunggu Hasil Investigasi
Kepala SMKN 6 Semarang Berti Sagendra mengatakan, sebanyak 10 siswa masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan. Mereka dirawat di Rumah Sakit Tentara (RST), RSUD KRMT Wongsonegoro (RSWN), Permata Medika, dan Panti Wilasa Citarum.
"Kami sudah meminta ke SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) agar distribusi MBG dihentikan dulu. Sambil menunggu evaluasi dari Dinas Kesehatan," kata Berti.
Menurut dia, penghentian sementara diperlukan agar proses evaluasi dapat berjalan dan memastikan keamanan makanan yang diterima para siswa.
Enam Siswa Pulih Setelah Mendapat Perawatan
Sementara itu, enam pelajar yang sebelumnya menjalani perawatan di UPTD Puskesmas Halmahera telah diperbolehkan pulang setelah kondisi kesehatan mereka membaik.
Kepala UPTD Puskesmas Halmahera dr Turi Setyawati mengatakan, para siswa datang dengan keluhan diare, mual, dan lemas.
“Setelah kondisi fisik membaik dan keluhan mereda, mereka diperbolehkan melanjutkan pemulihan di rumah,” ujar Turi.
Sekolah Himpun Data Keluhan Siswa dan Guru
Di tengah proses penanganan, SMKN 6 Semarang masih mendata siswa yang mengalami keluhan kesehatan. Sekolah menggunakan Google Form untuk mengetahui kondisi seluruh peserta didik.
Berdasarkan laporan sementara, sekitar 693 siswa telah mengisi formulir tersebut. Selain siswa, sebanyak 14 guru juga melaporkan mengalami keluhan kesehatan.
Keluhan yang disampaikan meliputi pusing, mual, diare, muntah, hingga lemas.
Namun, Berti menegaskan, jumlah laporan tersebut tidak berarti seluruh siswa harus mendapatkan perawatan medis.
Investigasi Keamanan Pangan MBG Berlanjut
Pemeriksaan terhadap makanan MBG dan dapur penyedia menjadi bagian penting untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan tersebut.
Program MBG yang menyasar pelajar membutuhkan pengawasan ketat, terutama terkait standar pengolahan, penyimpanan, distribusi, hingga kualitas bahan makanan.
Konteks: Keamanan Pangan Menjadi Kunci Keberlanjutan MBG
Kasus gangguan kesehatan dalam distribusi makanan sekolah menjadi perhatian publik karena menyangkut keselamatan anak-anak sebagai penerima manfaat utama.
Evaluasi menyeluruh diperlukan agar program MBG tetap berjalan dengan memastikan setiap makanan yang diterima siswa memenuhi standar keamanan dan kelayakan konsumsi.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro