PONTIANAK POST- Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan sinergi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memberikan kepastian pasar bagi hasil budi daya masyarakat. Pola tersebut dinilai mampu menggerakkan ekonomi desa sekaligus menjamin pasokan protein untuk mendukung pelaksanaan program pemerintah.
Menurut Zulkifli Hasan atau Zulhas, model integrasi tersebut telah diterapkan di KDMP Kamolan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Koperasi itu memasok lele bersih kepada empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai sumber protein dalam Program MBG.
“Inilah yang kita bangun, sebuah closed-loop economy. Warga memiliki kepastian pasar, koperasi menjadi penggerak ekonomi desa, dan anak-anak memperoleh sumber protein berkualitas melalui Program MBG,” kata Zulhas dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin.
Pasokan Lele Diserap Empat SPPG
Zulhas menjelaskan integrasi tersebut membentuk ekosistem ekonomi desa yang saling terhubung dari hulu hingga hilir. Masyarakat berperan sebagai produsen, koperasi mengelola usaha, sedangkan SPPG menyerap hasil budi daya secara berkelanjutan.
Model tersebut ditinjau langsung oleh Menko Pangan bersama Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Menteri Kelautan dan Perikanan, anggota DPR RI, serta Bupati Blora di unit budi daya bioflok KDMP Kamolan.
KDMP Kamolan memasok lele bersih kepada empat SPPG dengan harga Rp25.000 per kilogram. Setiap SPPG rata-rata memesan sekitar 250 kilogram lele dalam setiap pengambilan.
Menurut Zulhas, pola penyerapan tersebut memberikan kepastian permintaan sehingga pembudidaya dapat menyusun rencana produksi dan jadwal panen sesuai kebutuhan pasar.
Unit budi daya bioflok Kamolan mulai beroperasi pada Februari 2026. Pada siklus pertama, unit tersebut menghasilkan sekitar 1,04 ton lele, sedangkan pada siklus kedua telah dilakukan panen parsial sekitar 605 kilogram.
Saat ini, sebanyak 22 dari 24 kolam bioflok telah terisi dengan sekitar 92.000 benih lele. Penebaran benih dilakukan secara bertahap agar waktu panen dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasokan empat SPPG.
Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Zulhas menilai keterhubungan antara produksi masyarakat, pengelolaan koperasi, dan penyerapan hasil oleh SPPG menjadi contoh pembangunan ekonomi desa yang terintegrasi sekaligus mendukung penyediaan pangan bergizi.
"Integrasi KDMP dengan MBG menjadi bukti bahwa program pemerintah kini terhubung dari hulu hingga hilir. Produksi masyarakat terserap, ekonomi desa bergerak, dan manfaatnya kembali kepada masyarakat melalui penyediaan pangan bergizi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional," ujarnya.
Ia menambahkan integrasi KDMP dan MBG diharapkan semakin memperkuat peran koperasi sebagai pengelola usaha produktif serta membuka akses pasar yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Secara nasional, pemerintah menargetkan produksi ikan budi daya mencapai 7,15 juta ton pada 2026. Untuk mendukung sasaran tersebut, pemerintah terus mengembangkan Program Budi Daya Tematik Bioflok sebagai upaya meningkatkan produksi perikanan, menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi desa, serta memenuhi kebutuhan protein bagi Program Makan Bergizi Gratis. (ant)
Editor : Basilius Andreas GasSumber : Antara