Zulhas: Kampung Nelayan Merah Putih di Lombok Tengah Raup Pendapatan Rp133 Juta, Jadi Model Penguatan Ekonomi Pesisir

Basilius Andreas Gas • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 14:03 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan berjabat tangan dengan seorang nelayan saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Ekas Buana, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. (ANTARA/HO-Kementerian Koordinator Bidang Pangan)
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan berjabat tangan dengan seorang nelayan saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Ekas Buana, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. (ANTARA/HO-Kementerian Koordinator Bidang Pangan)

PONTIANAK POST- Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Bilelando di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, berhasil membukukan pendapatan sekitar Rp133 juta hanya dalam tiga setengah bulan sejak beroperasi. Capaian tersebut dinilai menunjukkan efektivitas program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Menurut Zulkifli Hasan atau Zulhas, pendapatan KNMP berasal dari berbagai unit usaha yang dikelola secara terintegrasi, meliputi penyimpanan berpendingin (cold storage), pabrik es, mobil berpendingin, bengkel nelayan, hingga kios pemasaran hasil perikanan yang melayani 309 nelayan aktif.

KNMP dirancang agar biaya operasional nelayan lebih efisien, kualitas hasil tangkapan terjaga, dan pendapatan mereka meningkat. Inilah bentuk nyata keberpihakan pemerintah kepada masyarakat pesisir,” kata Zulhas dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin.

Bangun Ekosistem Ekonomi Pesisir

Zulhas menjelaskan KNMP tidak hanya menyediakan infrastruktur pendukung, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi pesisir yang menghubungkan proses penanganan, penyimpanan, pengangkutan, hingga pemasaran hasil tangkapan nelayan.

Pernyataan tersebut disampaikan usai meninjau KNMP Bilelando di Kabupaten Lombok Tengah dan KNMP Ekas Buana di Kabupaten Lombok Timur bersama Menteri Kelautan dan Perikanan serta Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.

Saat ini, pemerintah telah membangun tiga Kampung Nelayan Merah Putih di Nusa Tenggara Barat, masing-masing berada di Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Sumbawa.

Di KNMP Ekas Buana, pemerintah menyediakan berbagai fasilitas rantai dingin berupa cold storage portabel, pabrik es, serta mobil berpendingin untuk menjaga mutu hasil tangkapan nelayan.

Kawasan tersebut didukung oleh 277 nelayan aktif dengan produksi perikanan mencapai 761,75 ton per tahun. Dari enam unit usaha yang beroperasi, kawasan itu diproyeksikan mampu menghasilkan omzet sekitar Rp10,46 miliar setiap tahun.

Menurut Zulhas, keberadaan fasilitas seperti cold storage, pabrik es, bengkel nelayan, hingga stasiun pengisian bahan bakar nelayan membuat aktivitas melaut menjadi lebih efisien sekaligus membantu menjaga kualitas hasil tangkapan.

Kemarin kita fokus meningkatkan kesejahteraan petani, sekarang saatnya memberi perhatian yang sama kepada nelayan,” katanya.

Pemerintah Targetkan 5.000 KNMP

Manfaat program tersebut juga dirasakan langsung oleh nelayan. Abdul Karim, nelayan asal Desa Ekas Buana, mengatakan keberadaan pabrik es dan fasilitas penyimpanan berpendingin mengurangi waktu serta biaya yang sebelumnya harus dikeluarkan untuk memperoleh es dari lokasi yang jauh.

Sekarang sudah ada pabrik es di sini, ikan tetap segar, dan cold storage bisa dipakai menyimpan hasil tangkapan sebelum dijual sehingga kualitas dan harga ikan lebih baik,” ucap Abdul.

Pemerintah menargetkan pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih hingga 2029. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.369 kawasan ditargetkan selesai dibangun sampai akhir 2026.

Hingga kini, pemerintah mencatat 65 lokasi di 25 provinsi telah rampung dibangun, sedangkan 35 lokasi lainnya ditargetkan selesai secara bertahap sepanjang Agustus 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat pesisir dan meningkatkan kesejahteraan nelayan. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
Sumber : Antara
KNMP operasional penguatan ekonomi masyarakat pesisir