Jepang Buka Peluang Kerja untuk 100 Ribu WNI, Pemerintah Siapkan Satgas dan Career Center Kampus

Khoiril Arif Ya'qob • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 14:54 WIB
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie. (ANTARA)
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie. (ANTARA)

PONTIANAK POST - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mengungkapkan bahwa Jepang menawarkan peluang kerja bagi 100 ribu warga Indonesia.

Untuk menyambut kesempatan tersebut, pemerintah berencana membentuk satuan tugas (Satgas) yang akan memperkuat peran career center di kampus-kampus agar lulusan lebih siap bersaing di pasar kerja internasional. Informasi itu disampaikan Stella Christie melalui unggahan video di akun TikTok pribadinya pada Minggu (3/8).

Dalam video tersebut, ia membagikan kabar yang baru diterimanya usai rapat pimpinan bersama jajaran Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Baca Juga: Pakai Android, iPhone, dan Mac Sekaligus? Ini 10 Aplikasi Lintas Platform agar Kerja Makin Praktis

“Konnichiwa, selamat pagi hari Senin. Kenapa konnichiwa? Karena kita baru selesai rapat pimpinan dan ada berita baik yang saya dengar dari Pak Sekjen bahwa Jepang menawarkan kesempatan untuk bekerja untuk 100 ribu orang Indonesia,” ujar Stella.

Satgas Akan Perkuat Career Center Kampus

Stella menjelaskan, pemerintah tidak ingin peluang tersebut berlalu begitu saja. Karena itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi telah meminta pembentukan Satgas yang bertugas memperkuat career center di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Menurutnya, Satgas tersebut akan menyusun strategi agar mahasiswa dan lulusan kampus memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja di Jepang.

“Itu baru spill awalnya. Akan segera dibentuk Satgas. Pak Menteri memintakan dibentuk Satgas untuk para career center di universitas-universitas memikirkan bagaimana kita bisa melatih tenaga kerja kita di kampus-kampus agar siap dikirim 100 ribu orang per tahun ke Jepang,” katanya.

Baca Juga: Sosek Malindo Kalbar-Sarawak Sepakati Delapan Kerja Sama Strategis untuk Perkuat Kawasan Perbatasan

Jepang Disebut Membutuhkan Banyak Tenaga Kerja

Dalam video, Stella juga menyebut Jepang saat ini tengah membutuhkan banyak tenaga kerja dari luar negeri.

Karena itu, pemerintah melihat peluang tersebut sebagai kesempatan besar bagi tenaga kerja Indonesia untuk berkarier di Jepang sekaligus meningkatkan daya saing lulusan perguruan tinggi di pasar kerja global.

Melalui unggahan yang sama, Stella turut mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mulai mempersiapkan diri.

“Selamat pagi dan selamat hari Senin! Ada kabar baik untuk mengawali minggu ini. Pak Sekjen baru saja menyampaikan bahwa Jepang menawarkan peluang kerja bagi 100.000 orang Indonesia. Ini baru spill awal ya. Sebentar lagi akan dibentuk satgas yang akan memperkuat career center di kampus-kampus seluruh Indonesia agar kesempatan ini bisa dimanfaatkan dengan lebih baik. Siapa nih yang tertarik berkarier di Jepang?” tulis Stella dalam unggahannya.

Peluang bagi Lulusan Perguruan Tinggi

Rencana penguatan career center di perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri internasional.

Melalui pelatihan yang lebih terarah, pemerintah menargetkan lulusan perguruan tinggi memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja Jepang, sehingga peluang kerja tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.

Baca Juga: Nokia 123 Shield Resmi Meluncur, Feature Phone Tangguh dengan Baterai Besar dan Desain Siap Diajak Kerja Berat

Meski demikian, hingga kini pemerintah belum merinci jenis pekerjaan, sektor industri, maupun mekanisme rekrutmen untuk program tersebut.

Stella menyebut informasi yang disampaikannya masih merupakan "spill awal", sementara detail kebijakan akan diumumkan setelah Satgas resmi dibentuk.

Editor : Miftahul Khair
career center kampus jepang Kemendiktisaintek peluang kerja