Karhutla di Gunung Bromo Belum Padam, Luas Lahan Terbakar Capai 10 Hektare dan Petugas Padamkan Api dengan Ranting Pohon

Basilius Andreas Gas • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 12:59 WIB
Petugas gabungan memadamkan kobaran api di Bukit Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Rabu (5/8). (ANTARA/HO-BPBD Probolinggo)
Petugas gabungan memadamkan kobaran api di Bukit Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Rabu (5/8). (ANTARA/HO-BPBD Probolinggo)

PONTIANAK POST- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, hingga Rabu masih belum berhasil dipadamkan. Luas lahan yang terbakar diperkirakan telah mencapai sekitar 10 hektare, sementara petugas gabungan terus berupaya menghentikan penyebaran api yang semakin meluas.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan, titik-titik api masih terlihat di sejumlah lokasi sehingga proses pemadaman terus dilakukan.

"Berdasarkan laporan petugas di lapangan, kondisi hari ini titik api masih belum padam, sehingga petugas terus melakukan upaya pemadaman ke sejumlah titik api," katanya di Kabupaten Probolinggo, Rabu.

Petugas Gunakan Ranting Pohon

Upaya pemadaman melibatkan personel BPBD Kabupaten Probolinggo, BPBD Jawa Timur, Perhutani, TNI, Polri, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Agen Penanggulangan Bencana Jawa Timur, relawan, dan masyarakat.

Oemar menjelaskan, petugas menghadapi keterbatasan peralatan karena alat pemukul api atau kepyok yang digunakan terus-menerus dalam beberapa hari terakhir telah mengalami kerusakan.

"Alat pemukul api (kepyok) yang dimiliki petugas sudah rusak semua karena digunakan secara masif saat memadamkan karhutla, namun petugas tetap memadamkan api dengan menggunakan ranting pohon yang ada," tuturnya.

Selain menggunakan ranting pohon, petugas juga mengandalkan backpack sprayer atau alat semprot punggung untuk memadamkan api. Namun, angin kencang dan banyaknya ilalang kering membuat kobaran api terus merembet ke lokasi lain.

Sebagian Jalur Wisata Ditutup

Tim gabungan juga terus memantau pergerakan api dan membuat sekat agar kebakaran tidak meluas ke kawasan lain.

Menurut BPBD, luas lahan yang terbakar bertambah dari sekitar 7,9 hektare menjadi 10 hektare. Angka tersebut masih berpotensi meningkat karena api belum sepenuhnya padam.

Kebakaran juga berdampak pada aktivitas wisata di kawasan Gunung Bromo. Balai Besar TNBTS menutup akses masuk melalui Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang serta Senduro di Kabupaten Lumajang sejak Senin (3/8) pukul 22.00 WIB hingga waktu yang belum ditentukan.

Penutupan dilakukan untuk memudahkan proses pemadaman sekaligus menjaga keselamatan pengunjung. Meski demikian, wisatawan masih dapat memasuki kawasan Gunung Bromo melalui pintu masuk Cemoro Lawang di Kabupaten Probolinggo dan Wonokitri di Kabupaten Pasuruan dengan area kunjungan yang dibatasi. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
wisata tnbts bpbd karhutla gunung bromo