Banjir Rusak SD Negeri 11 Jangka di Bireuen, Gibran Minta Kondisi Sekolah Dicek

Basilius Andreas Gas • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 11:45 WIB
Wakil Presiden Gibran Rakabuming mengecek kondisi SD Negeri 11 Jangka, Kabupaten Bireuen, Aceh, Kamis (6/8). (ANTARA/HO-Sekretariat Wakil Presiden)
Wakil Presiden Gibran Rakabuming mengecek kondisi SD Negeri 11 Jangka, Kabupaten Bireuen, Aceh, Kamis (6/8). (ANTARA/HO-Sekretariat Wakil Presiden)

PONTIANAK POST- Kerusakan SD Negeri 11 Jangka di Kabupaten Bireuen, Aceh, akibat banjir mendapat perhatian Wakil Presiden Gibran Rakabuming. Gibran meminta jajarannya mengecek kondisi sekolah tersebut dan mengkaji kebutuhan perbaikannya agar segera ditindaklanjuti.

Berdasarkan keterangan Sekretariat Wakil Presiden di Jakarta, Sabtu, permintaan tersebut disampaikan Gibran saat mengunjungi SD Negeri 11 Jangka di Desa Jangka Alue U, Kecamatan Jangka, Kamis (6/8).

Gibran mendatangi sekolah tersebut di sela kunjungan kerjanya di Bireuen. Sebelumnya, ia meninjau SD Negeri 7 Jangka sebelum melanjutkan perjalanan menuju Jembatan Teupin Mane.

Saat melintas di depan SD Negeri 11 Jangka, Gibran turun dari kendaraan untuk menemui para siswa. Wapres kemudian berinteraksi dengan mereka dan membagikan buku.

Kepala SD Negeri 11 Jangka Nuraini Ibrahim menyampaikan kondisi sekolah kepada Gibran. Sekolah tersebut membutuhkan perbaikan setelah terdampak banjir pada November 2025.

Sejumlah fasilitas sekolah mengalami kerusakan akibat bencana tersebut. Kondisi itu membuat fasilitas sekolah membutuhkan penanganan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

Menanggapi laporan tersebut, Gibran meminta jajaran terkait melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi sekolah. Jajarannya juga diminta mengidentifikasi kebutuhan perbaikan yang diperlukan.

Kebutuhan Perbaikan Segera Dikaji

Selain pengecekan, Gibran meminta dicarikan solusi agar perbaikan fasilitas sekolah dapat segera ditindaklanjuti. Kemungkinan dukungan anggaran sesuai kebutuhan juga diminta untuk dikaji.

Perbaikan fasilitas tersebut diharapkan dapat memastikan sarana pendidikan yang terdampak banjir kembali layak dan aman digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
Sumber : Antara
Bireuen sd gibran aceh wakil presiden