Pulang Pisau dan BNPB Prioritaskan Normalisasi Kanal untuk Kendalikan Karhutla

Basilius Andreas Gas • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 22:15 WIB
Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa’i ikut turun langsung memadamkan api di lokasi karhutla di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Jumat (7/8). (ANTARA/HO-Diskominfostandi Pulang Pisau)
Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa’i ikut turun langsung memadamkan api di lokasi karhutla di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Jumat (7/8). (ANTARA/HO-Diskominfostandi Pulang Pisau)

PONTIANAK POST- Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprioritaskan normalisasi dan rekonstruksi kanal di Desa Tumbang Nusa untuk mempercepat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa’i mengatakan normalisasi kanal diperlukan agar lahan gambut dapat kembali terairi sebagai bagian dari langkah pengendalian karhutla dalam jangka menengah. “Normalisasi kanal menjadi target yang harus segera dilakukan agar lahan gambut cepat terairi kembali sebagai upaya pengendalian karhutla dalam jangka menengah,” kata Ahmad Rifa’i di Pulang Pisau, Sabtu.

Ahmad Rifa’i juga meninjau langsung lokasi karhutla di Desa Tumbang Nusa bersama tenaga ahli BNPB. Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses penanganan di lapangan berjalan maksimal.

“Kami ingin memastikan seluruh personel bekerja dengan baik di lapangan,” ujarnya.

Menurut Ahmad Rifa’i, kehadiran BNPB di lokasi kebakaran menunjukkan keseriusan pemerintah pusat dalam menangani karhutla di Kalimantan Tengah. Dukungan tersebut diharapkan dapat mempercepat pengendalian kebakaran di wilayah Pulang Pisau.

“Semua pihak telah bekerja sama membantu melalui pasukan darat, sarana prasarana, mobil tangki, serta berbagai dukungan lainnya sehingga penanganan kebakaran dapat terus dilakukan,” katanya.

Ia menjelaskan kondisi Desa Tumbang Nusa dan wilayah sekitarnya cukup berat karena keterbatasan sumber air. Situasi tersebut membuat penanganan karhutla membutuhkan dukungan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat bersama seluruh pemangku kepentingan.

“Kabupaten Pulang Pisau sendiri tentu tidak mampu menangani karhutla yang terjadi di Tumbang Nusa sehingga kolaborasi menjadi kunci utama,” tegasnya.

Pemkab Pulang Pisau terus memperkuat pemadaman dengan mengerahkan berbagai sarana dan prasarana yang tersedia. Penanganan dilakukan secara terpadu bersama pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

Ahmad Rifa’i mengatakan penanganan diarahkan pada kawasan lahan gambut yang membutuhkan perlakuan khusus sehingga api dapat dipastikan benar-benar padam hingga bagian bawah dan tidak kembali menyala. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
Sumber : Antara
Tumbang Nusa Pulang Pisau bnpb karhutla lahan gambut