Polresta Bandarlampung Siagakan Personel Hadapi Ancaman Karhutla Musim Kemarau

Basilius Andreas Gas • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 07:05 WIB
Kapolresta Bandarlampung Kombes Pol Herbin Sianipar mengecek sarana dan prasarana guna mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan, Bandarlampung. Kamis (13/8). (ANTARA/HO-Polresta Bandarlampung)
Kapolresta Bandarlampung Kombes Pol Herbin Sianipar mengecek sarana dan prasarana guna mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan, Bandarlampung. Kamis (13/8). (ANTARA/HO-Polresta Bandarlampung)

PONTIANAK POST- Polresta Bandarlampung meminta seluruh personel meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selama musim kemarau. Selain kesiapan personel, kepolisian menekankan pentingnya dukungan sarana-prasarana serta sistem komunikasi agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terpadu.

Kapolresta Bandarlampung Kombes Pol Herbin Sianipardi mengatakan meningkatnya risiko Karhutla selama kemarau harus diantisipasi sejak dini. Menurut dia, kebakaran yang tidak segera ditangani dapat menimbulkan kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan akibat asap, hingga menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.

"Kesiapan personel dalam mengatasi Karhutla juga harus dibarengi dengan kesiapan sarana dan prasarana serta sistem komunikasi yang efektif. Dengan begitu, seluruh unsur dapat bergerak cepat dan terpadu ketika terjadi bencana," kata Herbin di Bandarlampung, Kamis.

Pencegahan Jadi Prioritas

Herbin menegaskan penanganan Karhutla tidak dapat hanya mengandalkan satu institusi. Upaya tersebut membutuhkan kerja sama pemerintah daerah, TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, pemadam kebakaran, serta masyarakat.

"Akan tetapi penanganan karhutla tidak bisa dilakukan sendiri oleh satu instansi. Dibutuhkan sinergi pemerintah daerah, TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, Damkar dan masyarakat," katanya.

Ia juga mengingatkan agar strategi menghadapi Karhutla tidak berhenti pada upaya pemadaman. Pencegahan harus menjadi bagian utama dalam mengurangi potensi kebakaran sejak awal.

"Keberhasilan penanganan Karhutla sesungguhnya tidak hanya diukur dari seberapa cepat kita mampu memadamkan api, namun lebih dari itu, seberapa besar kemampuan kita dalam mencegah agar kebakaran tidak terjadi," kata dia.

Karena itu, jajaran Polresta Bandarlampung diminta memperkuat patroli terpadu, meningkatkan deteksi dini terhadap titik api, serta mempererat koordinasi lintas instansi. Edukasi kepada masyarakat juga perlu ditingkatkan agar warga tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

"Kami tekankan kepada siapapun yang sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan akan dilakukan penegakan hukum," kata dia.

Perkuat Koordinasi Lintas Instansi

Herbin meminta seluruh jajaran menjaga komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak. Menurut dia, keberhasilan pencegahan dan penanganan karhutla sangat bergantung pada kecepatan respons serta kerja sama seluruh unsur yang terlibat.

Ia berharap sinergi antarlembaga dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga potensi Karhutla di Kota Bandarlampung dapat ditekan selama musim kemarau.

"Kami berharap sinergi seluruh pihak dapat memperkuat upaya pencegahan karhutla di Kota Bandarlampung," kata dia. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
Bandarlampung karhutla Kemarau polresta deteksi dini