Update Bencana Gempa NTT M 7,7: Korban Jiwa Capai 47 Orang dan 5 Bandara Terdampak

Miftahul Khair • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:14 WIB
Petugas melihat kondisi bangunan Pelabuhan Laurentius Say Maumere yang rusak akibat gempa di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka melaporkan terdapat tiga korban jiwa dari ambruknya gedung ruang tunggu pelabuhan yang diguncang gempa bumi magnitudo (M) 7,7 tersebut. (ANTARA)
Petugas melihat kondisi bangunan Pelabuhan Laurentius Say Maumere yang rusak akibat gempa di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka melaporkan terdapat tiga korban jiwa dari ambruknya gedung ruang tunggu pelabuhan yang diguncang gempa bumi magnitudo (M) 7,7 tersebut. (ANTARA)

PONTIANAK POST - Duka mendalam menyelimuti masyarakat Indonesia menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-81. Bencana gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang berpusat di Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) dini hari menelan puluhan korban jiwa dan merusak berbagai infrastruktur.

​Berdasarkan data pemutakhiran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Minggu (16/8/2026) pukul 14.30 WIB, jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 47 orang. Sebaran korban jiwa teridentifikasi di Kabupaten Manggarai sebanyak 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka 3 orang, Ngada 1 orang, dan Ende 1 orang.

​Dampak guncangan juga mengakibatkan kerusakan fisik yang signifikan. Laporan sementara mencatat 157 unit rumah warga rusak, 87 unit fasilitas pendidikan hancur, serta puluhan fasilitas umum lainnya mengalami kerusakan skala ringan hingga berat.

Kemenhub Laporkan 5 Bandara dan Layanan Navigasi Terdampak

​Kementerian Perhubungan (Kemenhub) merilis data terkini terkait dampak guncangan gempa terhadap fasilitas transportasi udara di wilayah NTT. Terdapat lima bandar udara yang dilaporkan mengalami kerusakan pada infrastruktur bangunan pendukungnya, yaitu:

​Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, mengonfirmasi bahwa kerusakan yang dialami bandara mencakup keretakan pada bangunan terminal, gedung administrasi, gedung Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK), serta fasilitas penunjang lainnya.

​"Seluruh personel penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan di lokasi yang terdampak dilaporkan dalam kondisi selamat," terang Lukman dalam keterangan resminya, Minggu (16/8/2026).

​Selain bangunan fisik bandara, lima unit pelayanan navigasi penerbangan juga terdampak guncangan, meliputi Cabang Pembantu Labuan Bajo, Cabang Pembantu Ende, Unit Maumere, Unit Bajawa, dan Unit Ruteng.

Editor : Miftahul Khair
gempa NTT bandara frans sales lega korban jiwa flores