PONTIANAK POST - Bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menjadi pengingat pahit akan tingginya kerentanan seismik di wilayah kepulauan tersebut.
Peristiwa tragis yang merenggut puluhan korban jiwa serta merusak ratusan infrastruktur ini bukanlah kali pertama terjadi, melainkan bagian dari rekam jejak panjang guncangan dahsyat yang kerap melanda Tanah Nusa Cendana.
Secara geologis, letak wilayah NTT yang berada di zona benturan lempeng tektonik aktif menjadikannya salah satu kawasan paling rawan bencana gempa di Indonesia. Tragedi terbaru ini kian mempertegas pentingnya penguatan mitigasi kebencanaan dan tata ruang berbasis risiko di seluruh kabupaten/kota terdampak.
Baca Juga: Update Bencana Gempa NTT M 7,7: Korban Jiwa Capai 47 Orang dan 5 Bandara Terdampak
Jika menengok catatan historisnya, guncangan dalam skala sedang hingga destruktif telah berulang kali memicu kerusakan fisik hebat hingga merenggut ribuan nyawa. Mulai dari peristiwa tsunami Flores 1992 yang legendaris hingga serial gempa Alor dan Nagekeo, riwayat kebencanaan wilayah ini memperlihatkan pola ancaman yang teratur dalam lima dekade terakhir.
Berikut deretan 10 peristiwa gempa bumi dahsyat yang pernah melanda wilayah NTT dalam kurun waktu 51 tahun terakhir (1975–2026):
Jejak Sejarah 10 Gempa Dahsyat di Tanah Nusa Cendana (1975–2026)
- Tahun 2026 (15 Agustus): Gempa M 7,7 berpusat di Nagekeo, Flores, mengakibatkan 47 orang meninggal dunia dan merusak ratusan infrastruktur.
- Tahun 2024 (25 Januari): Gempa M 5,6 di Nagekeo pada kedalaman 11 km. Tidak ada korban jiwa, namun merusak rumah warga dan fasilitas umum.
- Tahun 2021 (14 Desember): Gempa M 7,5 di Flores pada kedalaman 12 km memicu tsunami kecil setinggi 0,07 meter, menyebabkan 5.064 warga mengungsi dan 736 rumah rusak.
- Tahun 2016 (12 Februari): Gempa M 6,6 di Sumba Barat pada kedalaman 10 km merusak sejumlah bangunan pemukiman.
- Tahun 2015 (4 November): Gempa M 6,2 di Alor pada kedalaman 89 km menyebabkan berbagai fasilitas publik rusak berat.
- Tahun 2004 (12 November): Gempa M 7,5 di Kalabahi, Alor pada kedalaman 10 km mengakibatkan 31 orang meninggal dunia, 400 luka-luka, serta 500 rumah rusak.
- Tahun 1992 (12 Desember): Gempa bumi dan tsunami dahsyat M 7,5 mengguncang Flores. Peristiwa ini merenggut sekitar 2.500 korban jiwa/hilang dan menghancurkan 90 persen bangunan di Maumere.
- Tahun 1991 (4 Juli): Gempa M 6,2 di Kalabahi, Alor pada kedalaman 29 km mengakibatkan 23 orang meninggal dunia, 181 luka-luka, dan 1.150 bangunan hancur.
- Tahun 1989 (15 Juli): Gempa M 6,4 di Alor Timur pada kedalaman 10 km merusak berat fasilitas umum dan rumah warga.
- Tahun 1975 (30 Juli): Gempa M 6,1 mengguncang Kupang pada kedalaman 30 km tanpa laporan korban jiwa.