Prabowo Instruksikan Bantuan Bencana Harus Cepat Sampai ke Warga

Basilius Andreas Gas • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 10:10 WIB
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengecek bantuan sebelum dikirim ke Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan di Lanud Halim Perdanakusama, Jakarta, Senin (24/8). ( ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden)
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengecek bantuan sebelum dikirim ke Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan di Lanud Halim Perdanakusama, Jakarta, Senin (24/8). ( ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden)

PONTIANAK POST - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh unsur pemerintah mempercepat penanganan bencana dan memastikan bantuan yang dikirim benar-benar diterima masyarakat terdampak. Instruksi tersebut diwujudkan melalui pengerahan enam pesawat TNI Angkatan Udara (TNI AU) untuk menyalurkan bantuan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kalimantan.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan kecepatan dan keterpaduan menjadi prinsip utama pemerintah dalam menangani kondisi bencana di berbagai daerah.

"Arahan Presiden Prabowo sangat jelas, penanganan harus dilakukan secara cepat dan terpadu serta setiap unsur harus pastikan bantuan logistik benar-benar sampai dan diterima masyarakat yang membutuhkan," ujar Teddy dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Pemerintah kembali mengerahkan dukungan logistik dan peralatan pada Senin pukul 04.30 WIB. Enam pesawat TNI AU diberangkatkan untuk membawa bantuan sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

Teddy mengatakan pengiriman tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk tetap hadir di tengah masyarakat yang menghadapi bencana. Distribusi bantuan akan terus dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan di lapangan.

"Pemerintah memastikan masyarakat terdampak tidak berjalan sendiri. Kita hadir dan membersamai mereka," kata Teddy.

Puluhan Ton Logistik dan Ratusan Pompa Air Dikirim

Dari enam pesawat yang diberangkatkan, tiga pesawat menuju NTT dengan tujuan Labuan Bajo dan Maumere. Ketiganya membawa total 31 ton logistik siap makan, antara lain biskuit, wafer, protein bar, roti, dan berbagai kebutuhan pangan lainnya.

Pemerintah juga menyertakan mainan untuk anak-anak dalam pengiriman tersebut. Bantuan itu diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus memberikan sedikit penghiburan bagi anak-anak yang berada di tengah situasi bencana.

Sementara itu, tiga pesawat TNI AU lainnya diterbangkan menuju Kalimantan dengan tujuan Pontianak, Palangka Raya, dan Banjarmasin.

Ketiga pesawat tersebut membawa 500 unit mesin pompa air. Jumlah itu merupakan bagian dari total 2.000 unit pompa yang akan dikirim secara bertahap untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan gambut.

Setiap mesin pompa dilengkapi selang atau pipa sepanjang satu kilometer. Peralatan tersebut ditujukan untuk membantu petugas menjangkau sumber air sekaligus memperkuat proses pemadaman kebakaran.

Penggunaan pompa menjadi penting dalam penanganan karhutla di lahan gambut karena api dapat membutuhkan penanganan intensif dan berulang. Pemerintah berharap dukungan peralatan tersebut dapat mempercepat upaya pemadaman dan membantu petugas mengendalikan kebakaran di lapangan. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
Sumber : Antara
bantuan penanganan bencana Presiden Prabowo terpadu