AMPB Soal Korban Meninggal dalam Rusuh Demo Jakarta

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:50 WIB

 

BENTROK: Polisi membubarkan paksa massa aksi yang dinilai mulai bertindak menjurus anarkis di depan gedung DPR/MPR, Kamis (27/8).  (DERY RIDWANSAH/JAWAPOS.COM)
BENTROK: Polisi membubarkan paksa massa aksi yang dinilai mulai bertindak menjurus anarkis di depan gedung DPR/MPR, Kamis (27/8).  (DERY RIDWANSAH/JAWAPOS.COM)

 

PONTIANAK POST – Dua warga menjadi korban dalam kericuhan setelah aksi demonstrasi di depan DPR RI, Kamis (27/8) malam. Bambang Setiyawan, 59, meninggal dunia, sedangkan Faturohman, 18, mengalami luka. Keduanya dipastikan bukan bagian dari massa demonstran.

Bambang, penjual cermin, meninggal setelah dievakuasi ke RS Angkatan Laut Mintohardjo dari kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Jenazah kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk pemeriksaan. Keluarga menolak permohonan polisi untuk melakukan otopsi.

Sementara Faturohman, pelajar kelas XII Madrasah Aliyah, mengaku diseret dan dipukuli saat berada di depan gang tempat tinggalnya. Ia mengalami luka di kepala yang memerlukan jahitan serta memar di wajah.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan polisi masih menyelidiki penyebab kematian Bambang dengan memeriksa saksi dan rekaman CCTV. “Rumah sakit terdekat adalah RS Angkatan Laut Mintohardjo, tapi pada saat penanganan di rumah sakit, yang bersangkutan meninggal dunia,” kata Budi dalam taklimat media di Mapolda Metro Jaya, Jumat (28/8).

Kericuhan terjadi setelah aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di depan Gedung DPR RI, Kamis siang. Menurut polisi, aksi AMPB berlangsung tertib dan massa telah meninggalkan lokasi.

Situasi berubah setelah kelompok massa lain datang ke sekitar kompleks parlemen. Polisi menyebut kelompok tersebut tidak terkait dengan aksi AMPB dan melakukan perusakan hingga pembakaran.

Perusakan terjadi di kawasan Pejompongan, sedangkan pos polisi di bawah flyover Slipi, Jakarta Barat, dibakar massa. Polda Metro Jaya mengamankan 322 orang hingga Jumat (28/8) pukul 20.00. Sebanyak 162 orang dewasa ditangani Ditreskrimum dan 160 anak ditangani Direktorat PPA-PPO.

AMPB Bantah Tudingan

Rombongan AMPB telah kembali ke Pati, Jawa Tengah. Kepulangan mereka memunculkan kekecewaan sebagian pengemudi ojek online (ojol) Jakarta yang sebelumnya ikut mendukung aksi. Perwakilan ojol Melva Pardede mengaku kecewa karena merasa ditinggalkan setelah ikut menjaga keamanan dan menyuplai logistik.

Pentolan AMPB Supriyanto alias Botok membantah tudingan tersebut, termasuk isu membawa kabur dana donasi hingga miliaran rupiah. “Itu narasi untuk memecah belah persatuan rakyat. Saya pastikan itu hoaks,” kata Botok, seperti dilansir Jawa Pos Radar Kudus.

Ia memastikan dana donasi masih utuh dan akan dikelola secara transparan untuk agenda perjuangan berikutnya. Botok juga menepis anggapan bahwa seluruh kelompok ojol kecewa. Menurut dia, sejumlah pengemudi ojol justru membantu menyelamatkannya ketika situasi di sekitar DPR tidak terkendali.

Perwakilan AMPB Fajar Fajrullah menegaskan aksi tersebut tidak didanai atau dipesan pihak tertentu. Sementara Botok menduga ada pihak yang menyusup dan memanfaatkan situasi untuk memicu kericuhan. Polisi juga menyebut kelompok lain datang setelah massa AMPB meninggalkan lokasi. Polisi masih menyelidiki rangkaian kericuhan, termasuk penyebab jatuhnya korban dan pihak yang bertanggung jawab. (jpc)

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
AMPB demo jakarta pati korban tewas kerusuhan