Tak Sengaja 3 Spesies Baru Ditemukan dari Tanaman Hias Kolektor, Begini Ceritanya

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 00:40 WIB
Homalomena pachyderma. (BRIN)
Homalomena pachyderma. (BRIN)

 

PONTIANAK POST – Hobi mengoleksi tanaman hias ternyata bisa ikut membuka jalan bagi penemuan spesies baru tanaman. Penelitian BRIN dan Herbarium Bandungense ITB mengungkap tiga spesies baru Homalomena dari Sumatra setelah tanaman dengan ciri tidak biasa menarik perhatian melalui perdagangan dan unggahan di media sosial.

Ketiganya adalah Homalomena pachyderma, Homalomena pulopadangensis, dan Homalomena uncinata. Ketiga nama tersebut resmi dipublikasikan dalam jurnal Telopea Volume 30 pada 27 Maret 2026.

Berawal dari Tanaman yang Diunggah di Media Sosial

Penemuan ini dilakukan Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN Muhammad Rifqi Hariri bersama Arifin Surya Dwipa Irsyam dari Herbarium Bandungense ITB.

Yang menarik, prosesnya tidak berawal dari ekspedisi ilmiah biasa. Tanaman-tanaman tersebut lebih dulu beredar di kalangan kolektor dan pehobi melalui media sosial sebagai tanaman hias.

Foto dan informasi mengenai tanaman dengan bentuk morfologi yang tidak biasa kemudian menarik perhatian peneliti. Pemeriksaan lebih lanjut dilakukan untuk memastikan identitas dan hubungan tanaman tersebut dengan spesies Homalomena yang sudah dikenal.

Menurut Rifqi, platform digital kini dapat menjadi pintu masuk awal untuk mengenali potensi spesies yang belum terdokumentasi.

“Platform digital kini menjadi salah satu pintu masuk awal untuk mengenali potensi spesies baru, terutama dari tanaman hias yang beredar di kalangan kolektor,” ujarnya.

Jangan Sepelekan Tanaman yang Terlihat Berbeda

Bagi penghobi tanaman hias, temuan ini memberikan pelajaran sederhana: tanaman yang terlihat berbeda layak diamati lebih teliti.

Perbedaan bentuk daun, tekstur, pola permukaan, hingga struktur tertentu dapat menjadi petunjuk awal. Namun, tampilan unik saja tentu belum cukup untuk menyatakan sebuah tanaman sebagai spesies baru.

Status tersebut membutuhkan penelitian taksonomi dan perbandingan morfologi dengan spesies yang telah dikenal.

Pada tiga Homalomena baru tersebut, perbedaan morfologi menjadi dasar penting dalam memastikan identitas masing-masing spesies.

Kenali Tiga Spesies Baru Ini

1. Homalomena pachyderma

Spesies ini memiliki daun tebal dengan permukaan atas yang memiliki papila. Namanya berasal dari kata Yunani pachys yang berarti tebal dan derma yang berarti kulit, merujuk pada tekstur helaian daunnya.

Spesies ini berasal dari wilayah Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. Spesimen yang menjadi dasar deskripsi ilmiahnya kemudian dipelihara di pembibitan swasta di Bogor.

2. Homalomena pulopadangensis

Spesies kedua memiliki daun yang relatif sempit dengan posisi tumbuh mengarah ke atas. Salah satu karakter pembeda lainnya terdapat pada genikulum dan staminodia yang berbentuk gada atau claviform.

Nama pulopadangensis merujuk pada lokasi asal spesimen, yakni Pulo Padang di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara.

3. Homalomena uncinata

Spesies ini memiliki ciri yang paling mudah menarik perhatian. Permukaan atas daunnya memiliki rambut berbentuk kait.

Karakter tersebut menjadi dasar pemberian nama uncinata, yang merujuk pada bentuk seperti kait. Spesies ini berasal dari wilayah Tapanuli, Sumatra Utara.

Penghobi Bisa Ikut Membantu Ilmu Pengetahuan

Temuan tiga spesies tersebut menunjukkan bahwa komunitas tanaman hias tidak hanya berperan sebagai konsumen atau kolektor.

Foto, catatan asal tanaman, dokumentasi pertumbuhan, dan informasi dari pehobi dapat menjadi informasi awal yang berguna bagi peneliti. Namun, informasi tersebut tetap membutuhkan verifikasi ilmiah sebelum sebuah tanaman dapat ditetapkan sebagai spesies baru.

Karena itu, penghobi yang menemukan tanaman dengan karakter sangat berbeda sebaiknya membiasakan diri mencatat lokasi asal, waktu memperoleh tanaman, bentuk daun, bunga, habitat, serta foto tanaman dari berbagai sudut.

Informasi tersebut dapat membantu peneliti menelusuri asal-usul dan karakter tanaman secara lebih akurat.

Ada Persoalan Legalitas yang Perlu Diperhatikan

Penelitian tersebut juga menyebut bahwa sebagian spesimen berasal dari tanaman yang dikoleksi dari alam dan kemudian dipelihara di pembibitan. Salah satu spesimen Homalomena uncinata bahkan disebut telah beredar di Jepang sejak sekitar sembilan tahun lalu, sementara alur perolehan dan legalitasnya belum jelas.

Fakta ini menjadi pengingat penting bagi penghobi.

Menemukan tanaman langka di alam tidak berarti tanaman tersebut bebas diambil atau diperdagangkan. Asal-usul dan aspek legalitas tanaman perlu diperhatikan, terutama untuk spesies yang memiliki sebaran terbatas.

Sumatra Masih Menyimpan Banyak Kejutan

Ketiga spesies baru tersebut memiliki sebaran yang terbatas dan tercatat berasal dari Sumatra Utara. Basis data flora Indonesia juga mencatat ketiganya sebagai Homalomena yang endemik di wilayah Sumatra Utara.

Temuan ini memperkuat posisi Sumatra sebagai salah satu kawasan penting bagi keragaman genus Homalomena di wilayah Malesia.

Bagi penghobi, pesan yang bisa diambil cukup jelas: jangan hanya melihat tanaman hias sebagai barang koleksi. Setiap tanaman bisa menyimpan informasi tentang keanekaragaman hayati yang belum sepenuhnya kita kenal.

Tips untuk Penghobi Tanaman Hias

Jika menemukan tanaman yang tampak berbeda dari jenis yang sudah dikenal, lakukan beberapa hal:

  • Foto secara rutin dari daun, batang, bunga, dan keseluruhan tanaman.
  • Catat asal tanaman dan kapan diperoleh.
  • Jangan buru-buru memberi nama spesies sebelum ada identifikasi ilmiah.
  • Simpan informasi dari penjual atau kolektor sebelumnya jika tersedia.
  • Jangan mengambil tanaman dari alam sembarangan, terutama jika status dan legalitasnya tidak jelas.
  • Bagikan dokumentasi kepada komunitas atau peneliti jika menemukan karakter yang benar-benar tidak biasa.

Pada akhirnya, penemuan tiga Homalomena baru menunjukkan bahwa dunia tanaman hias dan ilmu pengetahuan ternyata bisa saling terhubung. Sebuah foto yang awalnya hanya menarik perhatian sesama penghobi bahkan dapat menjadi titik awal untuk memperkenalkan spesies baru kepada dunia.

Sumber ilmiah: Hariri & Irsyam (2026), Taxonomic contributions to the genus Homalomena (Araceae) in Western Malesia: three new species from Sumatra discovered through the ornamental plant trade, Telopea 30: 35–42.

 
 
 
Editor : Aristono Edi Kiswantoro
tanaman hias unik Homalomena Sumatra pehobi tanaman hias biodiversitas Sumatra tanaman aroid