Prabowo Dukung Masyarakat Adat dan Peladang Kalbar, Penanganan Karhutla Diperkuat

Khoiril Arif Ya'qob • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 11:36 WIB
ILUSTRASI: Peladang sedang membakar lahan dengan kearifan lokal, sesuai dengan ketentuan Perda Kalbar. (AMAN)
ILUSTRASI: Peladang sedang membakar lahan dengan kearifan lokal, sesuai dengan ketentuan Perda Kalbar. (AMAN)

PONTIANAK POST - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat tidak hanya mengandalkan pemadaman ketika api sudah muncul. Peran masyarakat yang sehari-hari berada dekat dengan kawasan lahan juga menjadi perhatian.

Presiden Prabowo Subianto disebut memberikan dukungan kepada masyarakat adat dan peladang di Kalimantan Barat. Dukungan tersebut menjadi bagian dari pembahasan saat pertemuan di Istana Negara, Jakarta, Jumat.

Informasi itu disampaikan Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) Panglima Jilah seusai bertemu Presiden.

Baca Juga: Perda Bakar Lahan Kalbar Disorot, Peladang Dibina atau Dicurigai di Tengah Karhutla?

“Beliau mendukung masyarakat adat. Peladang didukung,” ujar Panglima Jilah seusai pertemuan dikutip dari Antara (29/8).

Masyarakat Adat Punya Peran di Lapangan

Masyarakat adat dinilai memiliki posisi penting karena kedekatannya dengan alam. Mereka tidak hanya tinggal di sekitar wilayah yang harus dijaga, tetapi juga ikut mengawasi aktivitas pembukaan dan pembakaran lahan.

Upaya pencegahan selama ini dilakukan melalui tokoh-tokoh adat. Sosialisasi diberikan kepada warga agar pembakaran lahan tidak dilakukan secara sembarangan dan berujung pada kebakaran yang sulit dikendalikan.

Dengan pendekatan tersebut, masyarakat adat dapat menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan sekaligus mencegah karhutla sejak tingkat komunitas.

Baca Juga: Panglima Jilah Temui Prabowo, Minta Tak Salahkan Peladang Saat Karhutla

Pemerintah Tambah Kekuatan untuk Hadapi Api

Dukungan pemerintah tidak berhenti pada pelibatan masyarakat. Penanganan karhutla di Kalimantan Barat juga diperkuat dengan pengerahan personel.

Presiden Prabowo disebut bersedia mendukung penambahan personel apabila diperlukan untuk memperkuat penanganan karhutla di wilayah tersebut.

Langkah ini menunjukkan bahwa pengendalian karhutla membutuhkan kekuatan di lapangan, terutama untuk merespons kebakaran ketika terjadi.

Helikopter dan Modifikasi Cuaca Disiapkan

Selain personel, dukungan lain yang disiapkan pemerintah berupa penambahan helikopter. Upaya modifikasi cuaca juga menjadi bagian dari langkah penanganan karhutla.

Keduanya dapat memperkuat penanganan dari sisi yang berbeda. Personel dibutuhkan untuk bekerja langsung di lapangan, sementara dukungan udara dan modifikasi cuaca menjadi bagian dari upaya menghadapi kondisi kebakaran.

Baca Juga: DAD Kalbar Tolak Peladang Tradisional Dikambinghitamkan sebagai Penyebab Karhutla

Dua Sisi Penanganan Karhutla

Dari informasi yang ada, penanganan karhutla di Kalimantan Barat tidak hanya bertumpu pada pemadaman. Pencegahan melalui masyarakat yang berada dekat dengan wilayah rawan juga menjadi bagian penting.

Masyarakat adat dan peladang didorong tetap terlibat menjaga lingkungan, sementara pemerintah memperkuat kemampuan penanganan melalui personel, helikopter, dan modifikasi cuaca.

Kolaborasi kedua sisi inilah yang diharapkan dapat membuat penanganan karhutla di Kalimantan Barat berjalan lebih kuat.

Baca Juga: Andreas Acui Bela Gubernur dan Peladang Kalbar

Editor : Khoiril Arif Ya'qob
karhutla kalbar menjaga lingkungan prabowo peladang masyarakat adat