PONTIANAK POST - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan Presiden Prabowo Subianto meminta prajurit TNI, khususnya Bintara Pembina Desa (Babinsa), ikut mengedukasi masyarakat mengenai bahaya pembakaran hutan dan lahan (karhutla).
Teddy mengatakan hal tersebut menjadi perhatian Presiden Prabowo saat menggelar pertemuan dengan Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan, Menteri Pertahanan, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Menteri Sekretaris Negara di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/8) sore hingga malam.
"Presiden ingin edukasi terkait bahaya pembakaran hutan diberikan para Babinsa di desa kepada warga untuk sama-sama menjaga hutan dan lahan kita bersama," kata Teddy sebagaimana dikutip dari keterangan Sekretariat Kabinet di Jakarta, Minggu (30/8).
Baca Juga: TNI Perkuat Penanganan Karhutla di Kalbar, Respons Cepat dan Teknologi Jadi Kunci
Menurut Teddy, Presiden Prabowo ingin edukasi mengenai bahaya pembakaran hutan disampaikan langsung kepada masyarakat di tingkat desa melalui Babinsa.
Edukasi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai risiko pembakaran hutan dan lahan serta mendorong upaya pencegahan karhutla sejak dari tingkat desa.
Selain membahas karhutla, pertemuan tersebut turut membahas perkembangan penanganan sejumlah bencana, di antaranya pascagempa bumi di Flores dan erupsi Gunung Merapi.
Presiden Prabowo juga meminta laporan mengenai perkembangan penyesuaian syarat perekrutan bagi masyarakat suku Dayak pedalaman yang ingin menjadi prajurit TNI.*
Editor : Uray RonaldSumber : Antara