Erupsi Gunung Sinabung Ganggu Penerbangan, Kualanamu Ditutup Sementara

Basilius Andreas Gas • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 11:27 WIB
Sejumlah calon penumpang maskapai sedang menanti operasional penerbangan di terminal domestik Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (1/9). (ANTARA/HO-PT Angkasa Pura Aviasi)
Sejumlah calon penumpang maskapai sedang menanti operasional penerbangan di terminal domestik Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (1/9). (ANTARA/HO-PT Angkasa Pura Aviasi)

PONTIANAK POST- Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, menyesuaikan operasional penerbangan setelah sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Sinabung mengganggu aktivitas penerbangan pada sejumlah rute domestik dan internasional.

PT Angkasa Pura Aviasi selaku pengelola Bandara Internasional Kualanamu menempatkan keselamatan dan keamanan penerbangan sebagai prioritas utama dalam menghadapi dampak erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo.

"Aktivitas erupsi Gunung Sinabung, Senin (31/8), berdampak terhadap operasional sejumlah penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu," kata Plt Director of Operation and Services PT Angkasa Pura Aviasi Dedy Sri Cahyono di Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa.

Menurut Dedy, sebaran abu vulkanik menyebabkan sejumlah maskapai melakukan penyesuaian operasional. Penyesuaian tersebut meliputi keterlambatan, perubahan jadwal, hingga pembatalan penerbangan.

"Data sementara hingga hari ini tercatat ada 21 penerbangan dari dan menuju Kualanamu dibatalkan, sejumlah penerbangan lainnya mengalami keterlambatan, dan penyesuaian jadwal," paparnya.

Penerbangan yang terdampak mencakup rute domestik maupun internasional. Jumlah tersebut masih dapat berubah mengikuti perkembangan sebaran abu vulkanik serta keputusan operasional dari masing-masing maskapai.

Selain penyesuaian penerbangan, AirNav Indonesia menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) A3250/26 yang menginformasikan penutupan sementara Bandara Internasional Kualanamu sebagai langkah antisipasi terhadap keselamatan penerbangan.

"Terhitung hari ini Kualanamu ditutup sementara mulai pukul 10.50 WIB hingga pukul 12.45 WIB, akibat dampak abu vulkanik Sinabung. Informasi ini bersifat dinamis, dan bisa diperbarui menyesuaikan perkembangan kondisi terkini," ucap Dedy.

PT Angkasa Pura Aviasi bersama seluruh pemangku kepentingan terkait terus berkoordinasi dan memantau kondisi di lapangan secara intensif untuk menentukan langkah operasional penerbangan sesuai perkembangan terbaru.

Setiap keputusan operasional tetap diarahkan untuk memastikan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan menjadi pertimbangan utama.

"Kami mengimbau calon penumpang yang memiliki jadwal penerbangan dari dan menuju Kualanamu secara berkala memastikan status penerbangannya melalui kanal informasi resmi maskapai," tutur Dedy. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
Sumber : Antara
gunung sinabung kualanamu erupsi penerbangan