Kemenhut Perkuat Jalur Pelaporan Penyelamatan Satwa Terdampak Karhutla

Uray Ronald • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 22:50 WIB
Tim YIARI melakukan penanganan terhadap induk dan anak orangutan yang diselamatkan dari ancaman karhutla di Ketapang.
Tim YIARI melakukan penanganan terhadap induk dan anak orangutan yang diselamatkan dari ancaman karhutla di Ketapang.

 

PONTIANAK POST - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat jalur pelaporan penyelamatan satwa liar untuk mengantisipasi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Masyarakat yang menemukan orangutan atau satwa liar lainnya terdampak karhutla diminta segera menghubungi call center agar satwa dapat memperoleh penanganan secepatnya.

Menteri Kehutanan Raja Antoni mengatakan jalur pelaporan tersebut sebelumnya sudah tersedia dan merupakan bagian dari kerja sama Kemenhut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kemenhut, serta organisasi konservasi.

Penguatan dilakukan agar masyarakat lebih mudah mengetahui pihak yang harus dihubungi ketika menemukan satwa liar yang membutuhkan pertolongan.

"Dan kita berharap nanti setiap masyarakat yang menemukan orang utan atau satwa liar lainnya di kampung mereka, telepon ke nomor ini," ujar Raja Antoni di Nyaru Menteng, Kalteng, Sabtu (5/9/2026).

Setelah laporan diterima, tim yang berada paling dekat dengan lokasi akan melakukan penyelamatan. Menurut Raja Antoni, mekanisme tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan satwa yang membutuhkan pertolongan akibat dampak karhutla.

Baca Juga: Karhutla Ketapang Ancam Habitat Orangutan, Sembilan Satwa Diselamatkan dalam Sebulan

Patroli Penyelamatan Ditingkatkan

Selain memperkuat jalur pelaporan, Kemenhut akan meningkatkan frekuensi patroli penyelamatan satwa.

Raja Antoni mengatakan patroli yang sebelumnya dilakukan secara berkala akan diperbanyak menjadi setiap hari. Kegiatan tersebut juga disertai sosialisasi kepada masyarakat mengenai langkah yang harus dilakukan ketika menemukan orangutan atau satwa liar lainnya.

Penguatan sistem pelaporan dinilai penting karena dampak karhutla terhadap satwa tidak hanya berasal dari api, tetapi juga asap.

Raja Antoni menegaskan upaya penyelamatan satwa akan terus diperkuat seiring dengan penanganan karhutla.

Baca Juga: Asap Karhutla Kepung Habitatnya, Orangutan Ditemukan Lemas di Perkebunan Sawit Warga

Call Center Penyelamatan Satwa

Masyarakat yang menemukan orangutan atau satwa liar terdampak karhutla dapat menghubungi nomor call center 24 jam berikut:

  • BKSDA Kalimantan Barat: 0811 577 6767
  • BKSDA Kalimantan Tengah: 0811 5218 500
  • BKSDA Kalimantan Timur: 0821 1333 8181

Penyelamatan Orangutan di Kalbar

Belakangan ini, dampak karhutla terhadap keselamatan satwa menjadi sorotan banyak pihak, termasuk di Kalbar. Salah satu yang menjadi perhatian adalah orangutan.

Di Ketapang, Kalimantan Barat, karhutla tidak hanya mengancam permukiman dan aktivitas warga, tetapi juga semakin menekan habitat orangutan. Dalam waktu kurang dari satu bulan, sedikitnya sembilan orangutan harus diselamatkan karena terancam kebakaran.

Direktur Operasional Program Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) Argitoe Ranting, mengatakan tingginya jumlah orangutan yang dievakuasi menunjukkan semakin beratnya tekanan terhadap satwa liar akibat karhutla yang meluas di Ketapang.

“Dalam waktu kurang dari satu bulan, sudah sembilan orangutan yang harus kami selamatkan akibat ancaman karhutla. Ini menunjukkan bahwa kebakaran tidak hanya menghancurkan hutan, tetapi juga membuat satwa kehilangan tempat untuk berlindung dan mencari makan,” ujar Argitoe dalam pernyataan tertulisnya Sabtu (5/9).

Baca Juga: Karhutla Ketapang Hanguskan Hutan, 3 Orangutan Dievakuasi

Menurut dia, ketika habitat terbakar atau dikelilingi api, orangutan tidak memiliki banyak pilihan untuk menyelamatkan diri.
 
Sebagian dapat bergerak keluar dari habitatnya untuk mencari lokasi yang lebih aman, tetapi perpindahan tersebut justru berisiko membawa mereka ke perkebunan, permukiman, atau kawasan yang berdekatan dengan aktivitas manusia.
 
Kasus terbaru terjadi pada Kamis (3/9/2026), ketika BKSDA Kalimantan Barat bersama YIARI mengevakuasi satu individu orangutan betina dewasa dan anaknya dari Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, Ketapang.*
 

 

Editor : Uray Ronald
Sumber : Kemenhut
penyelamatan satwa terdampak karhutla Kemenhut penyelamatan satwa orangutan terdampak karhutla call center BKSDA