Survei ASI: Mayoritas Publik Setuju Program MBG Dilanjutkan

Uray Ronald • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 23:09 WIB
ILUSTRASI: Petugas menyiapkan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk didistribusikan kepada pelajar di Kalbar. (ANTARA)
ILUSTRASI: Petugas menyiapkan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk didistribusikan kepada pelajar di Kalbar. (ANTARA)

 

PONTIANAK POST - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih mendapat dukungan mayoritas masyarakat. Hasil survei Arus Survei Indonesia (ASI) menunjukkan 51,5 persen responden menyatakan setuju program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tersebut dilanjutkan.

Temuan itu berasal dari survei nasional bertema “Evaluasi Kinerja & Program Prioritas Pemerintahan Prabowo-Gibran” yang dilakukan pada 23–29 Juli 2026.

Dukungan Publik Capai 51,5 Persen

Dalam survei tersebut, sebanyak 51,5 persen masyarakat menyatakan setuju program MBG dilanjutkan. Angka itu merupakan gabungan dari 12,3 persen responden yang sangat setuju dan 39,2 persen yang cukup setuju.

Sementara itu, 45,4 persen responden menyatakan tidak setuju program tersebut dilanjutkan. Rinciannya, 29,6 persen kurang setuju dan 15,8 persen sangat tidak setuju.

Adapun 3,3 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

“Kalau melihat hasil survei, mayoritas masyarakat masih menyatakan setuju apabila program Makan Bergizi Gratis dilanjutkan. Angkanya memang tidak terlalu jauh, tetapi dukungan publik masih berada di atas angka ketidaksetujuan,” kata Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif'an di Jakarta, Minggu (6/9).

Baca Juga: Keluarga Korban Keracunan Trauma dengan MBG

Dukungan Masih Lebih Besar

Ali mengatakan hasil tersebut menunjukkan dukungan terhadap keberlanjutan MBG masih relatif lebih besar dibandingkan masyarakat yang menginginkan program tersebut dihentikan.

Menurut Ali, temuan survei juga memperlihatkan bahwa MBG masih dipandang memiliki relevansi dengan kebutuhan masyarakat.

Namun, besarnya proporsi masyarakat yang tidak setuju menjadi catatan bagi pemerintah untuk terus mengevaluasi pelaksanaan program.

“Di satu sisi ada dukungan mayoritas, tetapi di sisi lain angka yang tidak setuju juga cukup signifikan. Ini tentu menjadi catatan bahwa keberlanjutan program perlu dibarengi dengan evaluasi dan perbaikan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Kualitas Pelaksanaan Jadi Perhatian

Ali menilai dukungan masyarakat terhadap keberlanjutan sebuah program pemerintah tidak hanya ditentukan oleh keberadaan program tersebut, tetapi juga bagaimana pelaksanaannya dirasakan secara langsung.

“Yang penting bukan hanya programnya dilanjutkan, tetapi bagaimana kualitas pelaksanaannya. Ketika masyarakat merasakan manfaat secara nyata, tentu dukungan terhadap program akan semakin kuat,” tutur Ali.

Baca Juga: Korban MBG Sidoarjo Tembus 592 Orang, Dapur Disuspen Sebulan

Survei Dilakukan di 38 Provinsi

Rilis survei ASI tersebut merupakan bagian dari riset nasional bertema “Evaluasi Kinerja & Program Prioritas Pemerintahan Prabowo-Gibran”.

Survei dilaksanakan pada 23–29 Juli 2026 secara nasional di 38 provinsi di Indonesia melalui wawancara tatap muka.

Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 1.200 responden. Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error (MoE) ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Dalam agenda pemaparan hasil survei dan evaluasi program prioritas pemerintah tersebut turut hadir Pakar Kebijakan Publik Universitas Trisakti Prof. Trubus Rahardiansah.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
survei ASI dukungan publik MBG Prabowo Gibran program mbg Makan Bergizi Gratis