21 Orangutan Terserang Gejala ISPA, Gibran Tinjau Langsung Perawatan Satwa di Nyaru Menteng

Rafael B. Junior • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 09:44 WIB
Pengasuh memberikan susu kepada individu orang utan (Pongo pygmaeus) di Sekolah Orang Utan Nyaru Menteng, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (10/9/2026). Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah bersama Yayasan Borneo Orangutan Survival Foundation memberikan tambahan asupan susu, makanan dan madu untuk menjaga kondisi kesehatan orang utan setelah menemukan 21 individu menunjukkan gejala gangguan pernapasan yang konsisten dengan ISPA di tengah ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/tom.
Pengasuh memberikan susu kepada individu orang utan (Pongo pygmaeus) di Sekolah Orang Utan Nyaru Menteng, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (10/9/2026). Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah bersama Yayasan Borneo Orangutan Survival Foundation memberikan tambahan asupan susu, makanan dan madu untuk menjaga kondisi kesehatan orang utan setelah menemukan 21 individu menunjukkan gejala gangguan pernapasan yang konsisten dengan ISPA di tengah ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/tom.

PONTIANAK POST - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memastikan kebutuhan perawatan orangutan yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terpenuhi saat mengunjungi Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Kunjungan itu menjadi bagian dari peninjauan Wapres terhadap penanganan karhutla di Kalimantan Tengah, termasuk dampaknya terhadap satwa dan habitat.

"Penanganan karhutla harus menyeluruh. Manusia harus terlindungi, tetapi satwa dan habitatnya juga tidak boleh kita abaikan," kata Gibran, dilansir dari Antara, Kamis.

Baca Juga: Kemenhut Perkuat Jalur Pelaporan Penyelamatan Satwa Terdampak Karhutla

Di pusat rehabilitasi yang dikelola Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), Gibran meninjau proses perawatan orangutan dan berdialog dengan dokter hewan, relawan, serta tim perlindungan satwa.

Ia juga menyerahkan bantuan berupa obat-obatan, bawang bombai, dan alat nebulizer untuk mendukung kebutuhan perawatan orangutan.

Gibran menegaskan perlindungan satwa tidak dapat dipisahkan dari upaya pemulihan lingkungan pascakarhutla.

"Perlindungan satwa dan pemulihan lingkungan adalah hal penting yang saling terkait, termasuk penyembuhan hewan yang terluka serta penyediaan kembali sumber pakan, air, dan ekosistem bagi satwa," ujarnya.

Baca Juga: Dalam Sebulan, BKSDA dan YIARI Selamatkan 15 Orangutan Terdampak Karhutla

Wapres turut mengapresiasi dokter hewan, pecinta satwa, relawan, yayasan, dan seluruh pihak yang terlibat dalam perawatan satwa Indonesia.

"Terima kasih kepada para dokter hewan, pecinta hewan, relawan, yayasan, dan seluruh tim yang terus melakukan perawatan untuk melindungi satwa Indonesia," katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Gibran juga meninjau Forest School BOSF Nyaru Menteng yang menjadi tempat pembinaan 17 orangutan.

Baca Juga: Prabowo Minta Karhutla Ditangani, Orangutan Kalbar Juga Diselamatkan

Ia kemudian mendatangi area karantina untuk melihat proses nebulisasi atau pemberian uap bagi orangutan yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap karhutla.

Di area tersebut, sekitar 90 orangutan menjalani perawatan dalam sejumlah kandang sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing.

Berdasarkan pembaruan BOSF per Minggu (6/9), Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng belum terdampak langsung kebakaran.

Namun, sebanyak 21 orangutan menunjukkan gejala gangguan pernapasan yang konsisten dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), seperti batuk, bersin, dan keluarnya cairan dari hidung.

Kondisi itu membuat tim dokter hewan dan kesejahteraan satwa BOSF terus memantau setiap individu serta memberikan perawatan sesuai kebutuhan mereka. (ant)

 

Editor : Rafael B. Junior
Sumber : Antara
Nyaru Menteng gibran rakabuming raka karhutla kalimantan tengah orangutan