Wapres Gibran Minta Sekolah Utamakan Keselamatan Siswa di Tengah Kabut Asap Karhutla

Basilius Andreas Gas • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 21:12 WIB
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau salah satu sekolah terdampak kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, Kamis (10/9). (ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Wakil Presiden)
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau salah satu sekolah terdampak kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, Kamis (10/9). (ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Wakil Presiden)
 

PONTIANAK POST- Keselamatan dan kesehatan siswa harus menjadi prioritas di tengah bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menegaskan sekolah dan pemerintah daerah perlu menyesuaikan kegiatan belajar dengan kualitas udara serta kondisi kesehatan peserta didik yang terdampak asap.

"Yang paling penting anak-anak tetap aman dan sehat. Penyesuaian metode dan waktu belajar harus mengikuti kondisi udara dan kesehatan siswa," kata Gibran dikutip dari keterangan resmi BPMI Sekretariat Wakil Presiden di Jakarta, Jumat.

Gibran menyampaikan hal tersebut saat melakukan kunjungan ke sejumlah fasilitas pendidikan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dan Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Kamis (10/9).

Menurut Wapres, anak-anak termasuk kelompok yang rentan terhadap dampak kabut asap sehingga membutuhkan perlindungan lebih selama kondisi darurat akibat karhutla berlangsung.

Ia meminta sekolah dan pemerintah daerah tidak ragu melakukan perubahan pola pembelajaran apabila kualitas udara mengalami penurunan dan berpotensi mengganggu kesehatan siswa.

"Kalau kondisi memburuk, sekolah dan pemerintah daerah harus siap menyesuaikan kembali kegiatan belajar," kata Gibran.

Selain menyesuaikan waktu maupun metode belajar, Gibran meminta fasilitas kesehatan di lingkungan sekolah dioptimalkan untuk mendeteksi dan menangani siswa yang mengalami gangguan pernapasan.

Ia juga mendorong sekolah memperkuat koordinasi dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama, khususnya puskesmas, agar siswa yang membutuhkan pertolongan medis dapat segera ditangani.

"Aktifkan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) dan kolaborasikan dengan puskesmas terdekat, agar siswa yang sakit bisa segera tertangani," ucapnya.

Selama masa tanggap darurat kabut asap, Wapres juga mengingatkan sekolah membatasi aktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker bagi peserta didik juga perlu diterapkan sebagai langkah perlindungan dari paparan asap.

Kunjungan Wapres ke Palangka Raya dan Banjarbaru tersebut sekaligus menunjukkan upaya pemerintah menjaga kegiatan pendidikan tetap berjalan tanpa mengabaikan keselamatan anak-anak di tengah kondisi lingkungan yang memburuk.

Pemerintah menegaskan penanganan karhutla melalui pemadaman titik api harus dilakukan bersamaan dengan langkah perlindungan terhadap masyarakat, terutama anak-anak sebagai kelompok yang lebih rentan terhadap dampak kabut asap. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
Sumber : Antara
gibran kalimantan karhutla kabut asap