Hari Kelima SAR, Jeriken Minyak Ditemukan Saat Cari 8 Korban Kapal Cepat

Basilius Andreas Gas • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 23:22 WIB
Kepala Kantor Basarnas Banten Al Amrad (kiri) dan Komandan Lanal Banten Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani (kanan) memberikan keterangan pada hari kelima pencarian jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak di Posko SAR Dermaga Marina Carita, Pandeglang, Banten, Sabtu (12/9/). ( ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto/tom.)
Kepala Kantor Basarnas Banten Al Amrad (kiri) dan Komandan Lanal Banten Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani (kanan) memberikan keterangan pada hari kelima pencarian jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak di Posko SAR Dermaga Marina Carita, Pandeglang, Banten, Sabtu (12/9/). ( ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto/tom.)

PONTIANAK POST - Tim SAR gabungan belum menemukan delapan korban kapal cepat rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Memasuki hari kelima pencarian, petugas justru menemukan sebuah jeriken minyak berwarna biru di area pencarian.

Basarnas dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu malam, menyebut jeriken tersebut ditemukan unsur KN SAR Tetuka 247 saat melakukan penyisiran di Sektor X pada pukul 10.05 WIB. Objek ditemukan di koordinat 06°02.7161'S – 105°31.5414'E.

"Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pemantauan menggunakan drone dari KN SAR Tetuka. Namun, hingga hasil operasi hari kelima dilaporkan, belum dapat dipastikan bahwa jeriken tersebut berkaitan dengan speedboat atau delapan orang yang masih dalam pencarian," tulis laporan Basarnas.

Temuan tersebut belum memberikan kepastian mengenai keberadaan kapal cepat maupun delapan orang yang masih dicari. Tim SAR tetap melakukan verifikasi terhadap setiap benda yang ditemukan selama penyisiran perairan.

Pencarian di Sektor X mencakup wilayah sekitar 380 NM². Operasi turut melibatkan RBB Peucang yang bergerak dari Dermaga Paku Anyer dan melakukan penyisiran hingga sore hari.

Kondisi perairan selama pencarian relatif mendukung dengan ketinggian gelombang sekitar 0-1 meter. Meski demikian, tim gabungan tetap memperluas pemantauan untuk menemukan petunjuk yang dapat mengarah pada keberadaan para korban.

Delapan Orang Masih Dalam Pencarian

Basarnas menegaskan seluruh unsur SAR gabungan terus memeriksa setiap temuan di laut. Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh petunjuk baru mengenai keberadaan delapan orang yang hingga kini belum ditemukan.

Kapal cepat yang membawa rombongan jurnalis tersebut sebelumnya berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Rombongan berencana melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso mengatakan delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri atas lima jurnalis dan tiga orang lainnya yang berada di kapal.

Lima jurnalis tersebut yakni M Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro dari iNews, Firdaus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis lepas.

Sementara tiga orang lainnya ialah Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto yang bertugas sebagai pemandu.

Sebelum kehilangan kontak, salah seorang korban sempat mengirimkan lokasi terkini kepada rekan jurnalis di Lampung pada pukul 14.42 WIB. Namun, komunikasi kemudian terputus pada pukul 15.04 WIB.

Lokasi terakhir yang diduga menjadi titik hilangnya komunikasi berada di sekitar koordinat 6°14'40.52"S dan 105°40'49.48"T.

Sejak laporan hilang kontak diterima, operasi pencarian terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur. Basarnas, TNI AL, Polri, relawan, serta nelayan turut dikerahkan untuk menyisir wilayah perairan yang diduga menjadi lokasi keberadaan kapal dan para korban.

Armada yang diterjunkan dalam operasi tersebut meliputi KN SAR Tetuka milik Basarnas, KRI Loser, KRI Kerambit, KRI Lepu, KAL Anyer, dan KAL Pahawang milik TNI AL.

Selain itu, pencarian melibatkan KP Sanjaya milik Polairud serta tiga unit Rigid Inflatable Boat (RIB) dari Kantor SAR Banten dan Kantor SAR Lampung. Potensi SAR lokal, termasuk relawan dan nelayan, juga ikut mendukung operasi pencarian.

Tim SAR gabungan memastikan pencarian akan terus dilakukan dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia, sembari menindaklanjuti setiap informasi dan temuan yang berpotensi mengungkap keberadaan delapan korban. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
Sumber : Antara
jeriken minyak sar selat sunda jurnalis