PTK Gaungkan Prinsip SIAP di Usia 57 Tahun, Perkuat Layanan Maritim Terintegrasi

Basilius Andreas Gas • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 12:48 WIB
Ilustrasi - Armada kapal PT Pertamina Trans Kontinental (PTK). (ANTARA/HO-PT Pertamina Trans Kontinental (PTK))
Ilustrasi - Armada kapal PT Pertamina Trans Kontinental (PTK). (ANTARA/HO-PT Pertamina Trans Kontinental (PTK))

PONTIANAK POST - Memasuki usia ke-57 tahun, PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) memperkuat komitmennya dalam memberikan layanan maritim terintegrasi dengan menggaungkan prinsip solutive, integrity, adaptive, and proven atau SIAP. Prinsip tersebut menjadi pijakan perusahaan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, keunggulan operasional, sekaligus memperkuat tata kelola bisnis.

Direktur Utama PTK Harris Abdi Sembiring Meliala mengatakan, sebagai bagian dari Subholding Integrated Marine Logistics (IML) PT Pertamina (Persero), perusahaan terus berupaya memberikan layanan optimal kepada pelanggan. Pernyataan itu disampaikannya dalam keterangan di Jakarta, Minggu, dalam rangka menyambut HUT ke-57 PTK yang jatuh pada 9 September 2026.

"Hari jadi ini memperkuat komitmen kami dalam melayani negeri, dengan menekankan prinsip SIAP, yakni solutive, integrity, adaptive, proven," ujar dia.

Menurut Harris, prinsip SIAP menjadi gambaran sinergi yang dibangun antar-direktorat di lingkungan perusahaan. Sinergi tersebut diarahkan untuk memastikan kebutuhan pelanggan terpenuhi secara maksimal, sekaligus mendukung pencapaian target bisnis dan keunggulan operasional.

PTK selama ini menyediakan berbagai jasa maritim untuk kebutuhan kapal captive maupun non-captive. Seiring bertambahnya pengalaman perusahaan, operational excellence terus menjadi salah satu fokus utama dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan.

"PTK melayani industri maritim kepelabuhanan, baik itu bagi kapal captive maupun non-captive, sehingga harus solutive atau memberikan solusi terhadap kebutuhan pelanggan secara end-to-end, mulai kapal datang, keagenannya, pandu tunda, kebutuhan, hingga ship-channel. Ini semua menjadi layanan PTK," kata Harris dalam sambutannya pada acara "Syukuran HUT ke-57 PTK".

SIAP Jadi Fondasi Penguatan Bisnis Maritim

Harris menjelaskan, prinsip integrity menjadi bagian penting dari komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan terbaik. Sementara prinsip adaptive diperlukan agar PTK mampu merespons berbagai perubahan yang terus berlangsung di industri maritim.

"Setiap perubahan akan diantisipasi PTK dengan menyesuaikan kebutuhan pasar dan operasional," ujar dia.

Adapun prinsip proven mencerminkan pengalaman dan keandalan PTK dalam menjalankan bisnis maritim. Pengalaman tersebut menjadi modal untuk mempertahankan kepercayaan pelanggan terhadap profesionalisme dan kemampuan operasional perusahaan.

"PTK sudah memiliki dasar yang kuat, sehingga eksekusi operasional excellence dapat benar-benar dirasakan oleh pelanggan," kata Harris.

Direktur Sumber Daya Manusia dan Penunjang Bisnis PT Pertamina International Shipping (PIS) Saptiadi Nugraha mengatakan, sebagai pemegang saham mayoritas PTK, PIS berkomitmen mendukung perkembangan perusahaan. Dukungan itu dilakukan melalui penyediaan layanan marine dan logistik yang andal, terintegrasi, serta berkelanjutan.

"Kami meyakini bahwa peran PTK sangat strategis dalam memperkuat rantai nilai bisnis hilir, sekaligus mendukung ketahanan energi nasional," ujar dia.

Saptiadi menilai sinergi antarentitas dalam ekosistem Pertamina menjadi fondasi penting untuk menciptakan nilai tambah dan meningkatkan daya saing perusahaan. Kolaborasi tersebut juga dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim yang tangguh.

Selama 57 tahun menjalankan usaha, PTK berkembang menjadi perusahaan dengan bisnis maritim terintegrasi. Perusahaan tersebut berdiri pada 1969 sebagai anak usaha PT Pertamina (Persero) dengan nama PT Pertamina Tongkang.

Dalam perkembangannya, hingga 1991 perusahaan mendirikan sejumlah anak usaha guna memperkuat dukungan terhadap layanan maritim. Nama Pertamina Tongkang kemudian berubah menjadi PT Pertamina Trans Kontinental atau PTK pada 2011.

Ke depan, modernisasi dan digitalisasi menjadi bagian dari arah pengembangan perusahaan. PTK juga menyiapkan penguatan green supporting vessel sebagai bagian dari transformasi bisnis maritim yang lebih berkelanjutan.

"Ke depan, kita akan perkuat modernisasi, digitalisasi serta green supporting vessel. Ini adalah masa depan PTK," ujar Harris.

Sebagai anak usaha Subholding IML Pertamina, PTK menjalankan layanan maritim terintegrasi yang meliputi penyediaan dan pengoperasian armada kapal penunjang atau support vessel, pengelolaan pelabuhan atau port operation, layanan maritim atau marine service, hingga pangkalan logistik pesisir atau shorebase di sejumlah wilayah strategis Indonesia.

Melalui berbagai layanan tersebut, PTK menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus mendukung kelestarian ekosistem maritim di Indonesia. (ant)

 

Editor : Basilius Andreas Gas
Sumber : Antara
Trans Kontinental Pertamina maritim Siap