PONTIANAK POST - Pemilihan jurusan kuliah kerap menjadi pertimbangan penting bagi calon mahasiswa karena berkaitan langsung dengan peluang kerja di masa depan.
Namun, data terbaru menunjukkan bahwa sejumlah jurusan yang justru populer dan banyak diminati tercatat mendominasi angka pengangguran lulusan sarjana.
Dilansir dari Antara (14/9), berikut lima jurusan dengan persaingan kerja tertinggi.
Baca Juga: UI Buka Program Studi Sarjana Kecerdasan Artifisial, Netizen: "Gas Jadi Dosen Mas Wapres"
Manajemen Jadi Jurusan dengan Proporsi Pengangguran Terbesar
Berdasarkan laporan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), Manajemen menempati posisi teratas dengan proporsi 10,3 persen dari kelompok penganggur lulusan S1.
Jurusan ini tersedia luas di berbagai perguruan tinggi dan menawarkan cakupan karier yang beragam, mulai dari pemasaran hingga keuangan, namun banyaknya lulusan membuat persaingan kerja semakin ketat.
Hukum, Ekonomi, dan Pendidikan Menyusul di Posisi Berikutnya
Di urutan kedua ada Hukum dengan proporsi 9 persen, disusul Ekonomi sebesar 8,7 persen.
Lulusan kedua bidang ini sebenarnya memiliki peluang kerja luas, mulai dari sektor pemerintahan hingga perbankan, tetapi ketersediaan lapangan kerja yang sesuai serta persyaratan profesi turut memengaruhi penyerapan tenaga kerja.
Baca Juga: Apindo Minta Pemerintah Cegah Pengangguran Makin Bertambah
Pendidikan menempati posisi keempat dengan proporsi 7,1 persen, meski lulusannya tak hanya berpeluang menjadi guru tetapi juga masuk ke bidang pelatihan dan administrasi pendidikan.
Akuntansi dan Ilmu Komputer Melengkapi Daftar
Akuntansi berada di posisi kelima dengan proporsi 5,1 persen, sementara Ilmu Komputer tercatat sebesar 4,6 persen dari kelompok penganggur lulusan S1.
Bukan Berarti Jurusan Tanpa Prospek
LPEM FEB UI menegaskan bahwa angka tersebut merupakan proporsi bidang studi di antara kelompok penganggur, bukan persentase seluruh lulusan dari masing-masing jurusan yang menganggur.
Temuan ini justru menyoroti perlunya keseimbangan antara jumlah lulusan perguruan tinggi dan ketersediaan lapangan kerja yang sesuai kompetensi.
Hal ini penting demi penguatan kualitas pendidikan dan hubungan antara kampus dengan dunia industri.
Karena itu, calon mahasiswa disarankan tidak hanya mempertimbangkan popularitas jurusan, tetapi juga minat, kemampuan, kualitas kampus, keterampilan tambahan, dan pengalaman magang untuk meningkatkan kesiapan memasuki dunia kerja.
Baca Juga: Angkatan Kerja di Pontianak Terus Bertambah, DPRD Dorong Pelatihan Skill dan Investasi
Editor : Khoiril Arif Ya'qob