Kepala BNPB Lapor Prabowo: Karhutla Selesai Paling Lambat Minggu Ketiga November 2026

Khoiril Arif Ya'qob • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 13:02 WIB
Laporan Kepala BNPB kepada Presiden Prabowo dalam rapat terbatas terkait penanganan bencana secara hybrid melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, (23/9/2026). (YOUTUBE)
Laporan Kepala BNPB kepada Presiden Prabowo dalam rapat terbatas terkait penanganan bencana secara hybrid melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, (23/9/2026). (YOUTUBE)

PONTIANAK POST - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra dan Kalimantan masih terus dilakukan pemerintah.

Kepala BNPB Suharyanto melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa penanganan karhutla ditargetkan dapat selesai paling cepat pertengahan Oktober 2026 dan paling lambat minggu ketiga November 2026.

Target itu disampaikan Suharyanto saat melaporkan perkembangan terbaru karhutla kepada Presiden melalui konferensi video pada Rabu, 23 September 2026.

Baca Juga: BNPB Lapor ke Presiden: Asap Tebal Selimuti Kalbar dan Kalteng tapi Aktivitas Warga Masih Normal

Rapat tersebut secara khusus membahas kondisi karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatra, termasuk Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

“Kami akan terus menjalankan tugas dengan optimal, dan terkait poin 1 dan 2, kami yakin ini akan selesai paling cepat pertengahan Oktober 2026, atau paling lambat minggu ketiga November 2026,” kata Suharyanto dalam laporan dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden (23/9).

Masih Ada 209,78 Hektare yang Dipadamkan

Target penyelesaian itu disampaikan ketika masih terdapat ratusan hektare lahan yang berada dalam proses pemadaman.

BNPB melaporkan, hingga Rabu, masih ada 209,78 hektare lahan terbakar di Sumatra dan Kalimantan yang terus ditangani tim di lapangan.

Baca Juga: Karhutla Melanda Dua Titik TN Way Kambas, Puluhan Personel Dikerahkan

“Kami laporkan saat ini per hari ini terdapat 209,78 hektare yang masih dipadamkan terus,” ujar Suharyanto.

Ia mengatakan kondisi tersebut terus dipantau dari hari ke hari. Pemadaman dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan luasan lahan yang terbakar tidak kembali meningkat akibat munculnya titik kebakaran baru.

Lebih dari 1.000 Hektare Berhasil Dipadamkan

Dalam laporan yang sama, BNPB mencatat luas lahan yang terbakar dalam sehari terakhir mencapai 1.212,52 hektare.

Dari jumlah terungkap, sebanyak 1.002,74 hektare berhasil dipadamkan dalam periode yang sama. Sementara 209,78 hektare lainnya masih berada dalam proses pemadaman.

Di wilayah Kalimantan, area yang masih dalam penanganan terbesar berada di Kalimantan Selatan dengan 63,16 hektare. Sementara Kalimantan Barat tercatat memiliki area yang masih dipadamkan sebesar 11,74 hektare.

OMC Terus Dilakukan

Selain pemadaman di darat dan operasi udara, pemerintah juga terus melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai bagian dari penanganan karhutla.

Baca Juga: OMC Kalbar Terus Dipantau, Pertumbuhan Awan Konvektif Jadi Syarat Utama Penyemaian

Sekretariat Negara melaporkan OMC akan terus dilakukan setidaknya sampai kondisi musim hujan kembali normal. Upaya ini menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk membantu mengendalikan kondisi yang mendukung terjadinya kebakaran.

Sebelumnya, pemerintah juga mengerahkan kekuatan besar untuk menangani karhutla. Sejak Agustus, sebanyak 64 pesawat telah digunakan untuk mendukung operasi water bombing, dengan dukungan 54.394 personel gabungan di lapangan.

Pemantauan Dilakukan Setiap Hari

BNPB menyatakan pemantauan terhadap kondisi karhutla terus dilakukan setiap hari. Langkah tersebut diperlukan agar area yang berhasil dipadamkan tidak kembali terbakar dan menambah luas lahan terdampak.

Dengan masih adanya 209,78 hektare yang dalam proses pemadaman, pemerintah kini melanjutkan operasi hingga seluruh area yang masih terbakar dapat dikendalikan.

Baca Juga: Polres Landak Bagikan 2.500 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau dan Karhutla

Berdasarkan laporan Kepala BNPB kepada Presiden, pertengahan Oktober hingga minggu ketiga November 2026 menjadi rentang waktu yang ditargetkan untuk penyelesaian penanganan karhutla tersebut.

Editor : Khoiril Arif Ya'qob
kepala BNPB target karhutla selesai karhutla kalbar prabowo