PONTIANAK POST - Kesiapan produk dan usaha menjadi perhatian utama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bagi pelaku usaha di desa yang ingin mengembangkan pasar hingga ke tingkat ekspor.
"Oleh karena itu diperlukan upaya meningkatkan kapasitas yang terencana, bertahap, dan berorientasi pada kebutuhan nyata pelaku usaha," kata Kepala Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Desa dan Daerah Tertinggal Kemendes PDT Dicky Yosepial dalam Pelatihan Desa Ekspor seperti dipantau secara daring di Jakarta, Senin.
Dicky berharap Pelatihan Desa Ekspor dapat membantu pelaku usaha di desa memastikan kesiapan produk sebelum dipasarkan ke pasar ekspor.
Menurut dia, pengembangan potensi ekonomi lokal di desa menuju pasar ekspor masih menghadapi sejumlah tantangan. Persoalan tersebut mencakup keterbatasan pengetahuan mengenai ekspor, kesiapan produk, kapasitas produksi, kemasan, legalitas, kelembagaan usaha, pemahaman pasar, penentuan harga, pemasaran digital, hingga logistik.
Pelatihan Dorong Kesiapan Menuju Pasar Global
Melalui Pelatihan Desa Ekspor, peserta diarahkan memahami peluang pasar ekspor bagi produk desa. Pelatihan juga mendorong peserta membangun pemikiran dan motivasi untuk mengembangkan pasar global serta mengenali karakteristik produk yang berpotensi ekspor.
Peserta diharapkan memahami kesiapan produk dan usaha, kelembagaan, kapasitas produksi, legalitas, serta sertifikasi dasar sebagai bagian dari persiapan menuju pasar global.
Dicky mengatakan pelatihan tersebut tidak hanya bertujuan menambah pengetahuan. Peserta juga didorong mengenali posisi usahanya, memahami tantangan yang dihadapi, dan menyusun langkah perbaikan secara nyata.
"Kita perlu memahami bahwa membangun bisnis ekspor bukan berarti seluruh pelaku usaha harus langsung melakukan ekspor setelah mengikuti pelatihan," ujarnya.
Menurut dia, hal yang lebih penting ialah peserta memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai peluang dan tantangan ekspor, mengetahui tingkat kesiapan produknya, serta memahami langkah yang perlu dilakukan untuk bergerak menuju pasar global.
Dicky berharap pelatihan tersebut dapat menjadi fondasi bagi proses pembelajaran dan pendampingan pada tahap berikutnya. (ant)
Editor : Basilius Andreas GasSumber : Antara