PONTIANAK POST - Tim Search And Rescue (SAR) gabungan berhasil menemukan dua nelayan dalam kondisi tewas setelah sebelumnya dilaporkan hilang akibat kapal yang mereka tumpangi terbalik saat melaut di Perairan Pamoekan, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu. Kedua korban yakni Ending (58) dan Weli (48) telah dievakuasi oleh petugas, sehingga proses pencarian terhadap seluruh korban resmi dihentikan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Ade Dian Permana, membenarkan penemuan seluruh korban hilang tersebut. "Dengan ditemukannya seluruh korban, Operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup," kata Ade Dian.
Insiden tersebut berawal saat pihak SAR menerima laporan kecelakaan kapal nelayan terbalik di Perairan Pamoekan, Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Selasa (29/9) malam. Menindaklanjuti laporan itu, tim SAR gabungan langsung menggelar operasi pencarian dengan menyisiri area pantai serta menerjang lautan menggunakan perahu.
Pada hari ketiga pencarian, petugas menemukan korban Weli (48) dalam keadaan meninggal dunia pada Jumat (2/10) sekitar pukul 21.45 WIB, di lokasi yang berjarak sekitar 500 meter dari titik awal kejadian. Pencarian terus dilanjutkan hingga akhirnya korban kedua, Ending (58), ditemukan tewas pada Sabtu sekitar pukul 16.00 WIB di titik berjarak 18 km dari lokasi kecelakaan, lalu berhasil dievakuasi pukul 17.40 WIB.
"Korban berhasil teridentifikasi atas nama Ending (58) laki-laki, nelayan, yang merupakan salah satu korban dalam pencarian. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka," katanya.
Skema Operasi dan Unsur Gabungan yang Terlibat
Peristiwa kapal terbalik ini menimpa tiga orang penumpang, dengan rincian satu orang selamat dan dua orang lainnya hilang tenggelam hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia. Untuk mengoptimalkan pencarian, petugas membagi operasi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).
SRU 1 bertugas melakukan penyisiran darat di sepanjang pantai sejauh 4 kilometer ke arah timur dan barat dari lokasi kejadian. Sementara itu, SRU 2 dikerahkan untuk melakukan penyisiran langsung di lautan menggunakan perahu nelayan.
Operasi kemanusiaan ini melibatkan berbagai unsur gabungan yang terdiri dari Basarnas Kantor SAR Bandung, TNI, Polri, BPBD, Tagana, PMI, perangkat desa, nelayan setempat, keluarga korban, serta elemen SAR pendukung lainnya. (ant)
Sumber : Antara