Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Debut Tricky El Maestro

Ari Aprianz • Minggu, 19 Januari 2020 | 00:56 WIB
Quique Setien
Quique Setien
BARCELONA-- Salah satu bahan kampanye entrenador anyar FC Barcelona Quique Setien adalah mengembalikan filosofi tiki-taka. Nah, tepat sepekan sejak ditunjuk menggantikan Ernesto Valverde, El Maestro--julukan Setien--bisa membuktikannya saat melawan Granada pada jornada ke-20 La Liga (siaran langsung beIN Sports 1 pukul 03.00 WIB).

Nah, ternyata melakoni debut sebagai tim sekaliber Barca tidak semudah yang dibayangkan. Sejak era milenial, tidak semua entrenador baru Blaugrana langsung tancap gas pada pertandingan pertama mereka.

“Bagi saya, setiap pemain memiliki peran yang sama. Yakni, bekerja untuk tim dan bisa membantu untuk mendominasi penguasaan bola. Kita semua tahu DNA Barca,” ucap Setien seperti dilansir Mundo Deportivo.

Handicap utama pelatih 61 tahun itu adalah mencari pengganti striker Luis Suarez yang cedera lutut. Striker timnas Uruguay itu harus menepi hingga setidaknya awal Mei 2020.

Opsi paling masuk akal adalah mengembalikan posisi Antoine Griezmann sebagai striker. Sebab, sejak hijrah ke Barca awal musim ini Grizi--sapaan Griezmann--memang diplot sebagai wide attacker kiri. Padahal, posisi aslinya adalah wide attacker kanan, atau striker. Sedangkan untuk wide attacker kanan di Barca sudah diplot Messi.

Nah, setelah Grizi mengisi pos yang ditinggal Suarez, maka PR Setien adalah menemukan pemain yang cocok untuk mengisi wide attacker kanan. Untuk hal ini, wonderkid Ansu Fati paling cocok. Sebab, Ousmane Dembele juga sedang cedera hamstring. Eks pemain Borussia Dortmund itu setidaknya absen hingga pertengahan bulan depan.

Jika jadi starter, maka laga yang dihelat di Camp Nou dini hari nanti sekaligus jadi starter kelima bagi Fati. Hebatnya, Barca tidak pernah kalah jika Fati menghuni starting line up. Yakni, tiga kalah dan sekali seri dengan mencetak 1 gol dan 1 assist.

Tetapi, Granada adalah lawan tricky bagi Barca. Tim asuhan Diego Martínez itu jadi tim yang membuat Lionel Messi dkk merasakan kekalahan kedua mereka musim ini. Tepatnya terjadi pada jornada kelima (22/9/2019). Kala itu, Barca kalah 0-2.

Performa Nazaries--julukan Granada--musim ini juga mengejutkan dengan sempat bercokol di posisi runner-up usai jornada ketujuh dan kesepuluh. Tetapi, ternyata penampilan Granada terus merosot. Salah satunya buktinya, mereka jadi salah satu tim dengan performa tandang terburuk dengan hanya menang 2 kali dari 9 pertandingan.

Bandingkan dengan Barca yang begitu perkasa dengan belum terkalahkan ketika tampil di Camp Nou di semua ajang. Rinciannya, 10 dari 12 pertandingan berhasil dilalui dengan kemenangan.

''Kami sama sekali tidak gentar (melawan Barca, Red). Meski kami sadar bahwa ketika mereka tampil di Camp Nou maka akurasi operan mereka bisa mencapai antara 82 dan 85 persen,'' ujar Martinez. (io) Editor : Ari Aprianz
#sepakbola