Selain itu, MU juga gagal mengambil alih posisi Leicester dari peringkat kedua klasemen. Leicester tetap di posisi kedua dengan 28 poin dan MU satu poin persis di bawah mereka.
Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer yang kepada BT Sport mengaku kecewa melihat hasil pertandingan anak asuhnya melawan Leicester City tadi malam. Pasalnya, MU gagal mengulang sukses mereka musim lalu saat mengunjungi markas Leicester City pada Boxing Day. Bahkan, MU sempat dua kali unggul lebih dullu.
Hasil akhir laga tersebut, kedua tim bermain imbang 2-2. Hasil ini membuat Leicester tetap di posisi kedua klasemen dengan poin 28. Sementara Manchester United satu strip di bawahnya dengan poin 27.
“Kami kecewa tidak menang hari ini karena kami memiliki banyak peluang besar dan kami bisa menyelesaikannya tetapi mereka adalah tim yang berbahaya, gol dari Jamie Vardy hanya menunjukkan kualitas miliknya,” ujarnya dikutip dari BBC Live.
“Itu adalah gol yang bagus dari Marcus Rashford juga dan saya senang dia mencetak gol. Dia tahu kesempatan pertama adalah kesempatan yang bagus [melewatkan kesempatan di awal di babak pertama],” lanjutnya.
Ia sedikit menyesalkan gol kedua tuan rumah yang dicetak Vardy. Menurutnya, itu seharusnya bisa ditutup lebih cepat. “Yang pertama pasti kami harus bisa menghentikan umpan silang. Anda selalu melihat gol kebobolan kita, apa yang seharusnya kami lakukan atau bisa lakukan lebih baik,” tegasnya.
Meski kecewa, Solskjaer tak mau larut. “Tentu saja kami memiliki pertandingan dalam tiga hari – kami memiliki hari pemulihan ekstra yang akan kami gunakan dengan bijak. Satu poin bukanlah hasil terburuk tetapi kami kecewa tidak mendapatkan tiga poin melawan tim yang tangguh,” ujarnya.
Sementara itu, pelatih Leicester, Brendan Rodgers mengaku hasil imbang sudah sangat pantas bagi kedua klub yang bermain bagus. “Saya pikir itu adalah pertandingan yang bagus – dua tim menyerang dan saya pikir kami memiliki banyak permainan yang sangat bagus,” jelasnya.
"Pertahanan dan tekanan balik kami sangat bagus, Anda harus melakukannya melawan tim seperti Man United mereka mematahkan servis dengan sangat cepat. Di babak pertama elemen permainan kami bagus,” lanjutnya.
Menurutnya, babak kedua Leicester dipaksa harus sedikit lebih bertahan. Untungnya, mereka tetap tampil kompak dan kemudian memiliki momen-momen bagus. “Kami mungkin kekurangan umpan terakhir,” ujarnya.
Leicester tertolong oleh gol telat Jamie Vardy. “Kami tertinggal 2-1 dan kami selalu memiliki antusiasme dan kepercayaan diri. Kami benar-benar menunjukkan mentalitas dan kami pantas mendapatkan satu poin setidaknya dari permainan,” tegasnya.
Pada pertandingan yang berlangsung di King Power Stadium yang ini, Leicester menguasai pertandingan sejak awal. Akan tetapi, mereka tertinggal lebih dulu dari tamunya.
MU mencetak gol di menit ke-22 melalui bomber andalannya, Marcus Rashford. Penyerang Inggris itu menaklukkan kiper The Foxes, Kasper Schmeichel setelah mendapat umpan dari Bruno Fernandes.
Tuan rumah menyamakan kedudukan di menit ke-30. Berawal dari keberhasilan Wilfred Ndidi merampas bola umpan Fernandes, bola kemudian diberikan ke James Maddison yang meneruskannya kepada Harvey Barnes.
Barnes melepaskan tembakan rendah yang menakjubkan dari jarak 20 yard untuk menaklukkan David e Gea. Skor 1-1 ini bertahan hingga wasit Mike Dean meniup peluitnya tanda babak pertama berakhir.
Di babak kedua, MU melakukan ancaman lebih awal. Tapi belum bisa menambah gol. Masuknya Edinson Cavani di menit ke-75 menggantikan Anthony Martial menjadi keputusan tepat bagi Solskjaer. Hanya empat menit di lapangan, Cavani mampu mengkreasi gol kedua United yang dicetak Fernandes.
Tuan rumah tak tinggal diam. Pada menit ke-85, Jamie Vardy mampu menyamakan kedudukan. Bomber veteran itu menaklukkan De Gea setelah mendapat umpan dari Ayoze Perez. Skor ini bertahan hingga akhir laga.
Statistik Premier League merangkum, Leicester City unggul dalam urusan possession, 54,5 persen berbanding 45,5 persen milik MU. Untuk urusan shots (on target), Leicester mengoleksi sepuluh (dua), sementara MU sembilan (empat). Usai laga, Bruno Fernandes yang menyumbang satu assists dan satu gol dinobatkan sebagai Budweiser King of The Match, pemain terbaik dalam laga tersebut. Dengan hasil ini, posisi Leicester City di klasemen tak tergeser, masih di ururan kedua dengan 28 poin dari 15 laga. Sementara MU di peringkat ketiga dengan 27 poin dari 14 pertandingan. (ant/fjr/ jpnn) Editor : Super_Admin