Inter menduduki puncak klasemen dengan koleksi 82 poin. Perolehan poin itu tak akan bisa dikejar lagi oleh para pesaingnya. Kepastian juara Inter didapat pasca kegagalan Atalanta meraih kemenangan atas Sassuolo di giornata ke-34. Bermain di Mapei Stadium, Minggu (2/5), La Dea hanya mampu bermain imbang 1-1.
Tambahan satu poin itu membuat Atalanta mengoleksi 69 poin, sama dengan AC Milan yang sebelumnya menang 2-0 atas Benevento. Dengan tersisa empat laga, kedua tim tersebut tak akan mampu mengejar poin Inter.
Gelar scudetto ini menjadi yang ke-19 bagi Nerazzuri, atau pertama dalam 11 tahun. La Beneamata terakhir kali meraih Scudetto terjadi pada 2010 lalu, saat masih dilatih Jose Mourinho. Antonio Conte juga mencatat prestasi tersendiri. Ia berhasil menjadi pelatih yang mampu memutus dominasi Juventus di kancah Serie A yang telah berlangsung sembilan tahun lamanya.
Gelar ini juga menjadi scudetto keempat Conte dalam kariernya sebagai pelatih, di mana tiga sebelumnya diraih bersama Juventus.
Sedangkan Crotone (18) yang tertahan di dasar klasemen dipastikan terdegradasi karena musim ini hanya bisa meraih total 30 poin yang tidak cukup untuk mengeluarkan diri dari zona degradasi, demikian catatan laman resmi Liga Italia.
Kemenangan Inter juga memastikan Juventus, yang sembilan musim terakhir selalu mendominasi gelar scudetto, tak lagi berpeluang juara sebab mereka tercecer di peringkat keempat tertinggal 16 poin.
Conte menegaskan kesuksesan kampanye Inter memburu scudetto musim ini merupakan buah dari pertumbuhan berkesinambungan skuadnya."Bukan semata-mata dari aspek teknis maupun taktik, tetapi juga dari segi mental," kata Conte selepas laga dilansir laman resmi Inter.
"Kami sadar punya peluang menciptakan sesuatu yang luar biasa, sebab Inter sudah 11 tahun tidak scudetto dan kami harus meruntuhkan sebuah dinasti. Para pemain patut merasakan kesenangan ini, selamat untuk mereka," ujarnya menambahkan.
Mantan pelatih Juventus dan timnas Italia itu juga melontarkan pujian kepada para pemainnya, yang disebutnya bersedia mengorbankan banyak hal demi bersama-sama meniti tujuan utama Inter.
"Saya menemukan segerombolan pemain yang naik ke perahu ini dan mengayuh dayung ke arah yang sama. Kami berbagi mimpi, untuk masuk ke dalam catatan sejarah Inter. Untuk masuk catatan sejarah Inter, Anda harus menjadi juara, tidak cukup hanya tampil bagus," pungkas Conte.(ant) Editor : Super_Admin