Di dunia basket Kota Pontianak, Natalia bukan nama baru. Sejak SMP ia sudah mulai latihan basket. Tempat latihannya di Klub Bola Basket Vois Pontianak.
Di sana, banyak ilmu basket didapatnya. Latihan intens, membuat fisik dan skill bermainnya semakin meningkat. Alhasil, iapun dipercaya untuk memperkuat Vois dalam setiap turnamen. Selain itu, di SMA, ia juga kerap memperkuat timnya.
Berkat permainan apiknya, ia pun terpilih untuk ikut serta di Popwil Kalimantan Barat. Di Popwil ia meraih juara III dan dapat lolos Popnas. Prestasi di cabor basket makin mentereng.
Saat ajang DBL dilaksanakan, Natalia juga bermain apik. Ganjaranya, ia masuk dalam penyaringan DBL All Star di Surabaya sebagai perwakilan dari Kalbar.
Di Surabaya, Natalia terpilih masuk ke dalam All Star DBL. Hadiahnya, ia diberangkatkan ke Amerika Serikat. Selama hampir seminggu, ia mendapat banyak ilmu basket.
Dari DBL diakui dia membuka jalan melanglang buana. Bahkan setelah itu, ia masuk ke Merpati Bali. Salah satu klub profesional di Indonesia. Namun di 2018, ia mengalami cidera. Fisioterapi dan terapi dilakukannya. Selama pengobatan berjalan sempat membuatnya takut. Pikirnya apa yang dialami membuatnya tak bisa sembuh dan bermain basket kembali.
Namun ia tak putus asa. Latihan ringan dilakukan. Fisioterapi dan operasi pun dijalani. "Tepatnya di akhir 2018 operasi dijalani di RS Gatot Subroto," ujarnya.
Di 2019, ia latihan penguatan daya tahan otot. Kondisi pun semakin baik. Di 2020-2021 ia memutuskan untuk masuk TNI AL. Ia lolos. Penempatan tugas di Pospomal Jakarta Utara.
Saat ini, ia diajak kembali untuk memperkuat tim Vois putri. Tentu harapan dia, di turnamen ini ia bisa kembali berprestasi dan membawa timnya juara. (iza) Editor : Misbahul Munir S