Tiga gol kemenangan Garuda Muda atas Filipina dicetak Marselino Ferdinan di akhir babak pertama, kemudian dua gol melalui Irfan Jauhari dan Fajar Fathur Rahman di akhir babak kedua. Laga ini juga diwarnai penalti gagal dari seorang Rizky Ridho.
Kemenangan itu membuat Indonesia memimpin klasemen sementara Grup A dengan torehan tiga angka. Sementara Filipina U-22 terpuruk di dasar klasemen sementara. Dalam pertandingan ini, Timnas U-22 Indonesia langsung menurunkan pemain utama dan terbaik untuk bisa meraih kemenangan pada laga perdana.
Kemenangan di setiap pertandingan memang sangat berarti, untuk memuluskan jalan ke babak berikutnya. Timnas U-22 Indonesia mengandalkan Ernando Ari sebagai kiper utama. Di depannya, ada kuartet Ilham Rio Fahmi, Alfeandra Dewangga, Rizky Ridho, dan Pratama Arhan. Kemudian di tengah ada Beckham Putra, Ananda Raehan serta Marselino Ferdinan.
Lini depan Skuad Garuda Muda diisi oleh Witan Sulaeman, Ramadhan Sananta, dan Jeam Kelly Sroyer. Sejak menit awal, Timnas U-22 Indonesia langsung tampil menyerang. Beberapa peluang pun berhasil diperoleh, namun kerja sama yang belum padu dan maksimal serta pengambilan keputusan yang tak presisi, menjadikan belum ada gol yang tercipta.
Skuad asuhan Indra Sjafri sepertinya masih belum dapat memaksimalkan peluang. Sementara Filipina beberapa kali merepotkan pertahanan tim Garuda. Indonesia akhirnya berhasil memecahkan kebuntuan melalui tendangan first time Marselino di akhir babak pertama. Pemain yang merumput di Belgia itu berhasil memaksimalkan umpan cantik dari Rio Fahmi.
Sementara di babak kedua, Indra melakukan pergantian pemain. Pelatih asal Sumatera Barat itu memasukkan Fajar Fathur Rahman, dan pemain asal Borneo FC itu beberapa kali membuat bek lawan kewalahan.
Indonesia sebenarnya bisa menggandakan keunggulan melalui titik penalti. Hukuman itu diberikan wasit setelah Witan dilanggar Setters David Kevin di kotak terlarang. Sayang, ekseksusi penalti Rizky Ridho bisa dimentahkan Kammerad Quincy Julian.
Walau begitu, intensif serangan terus dilakukan Garuda Muda. Perjuangan keras itu akhirnya membuahkan hasil ketika Irfan Jauhari sukses menggandakan keunggulan lewat tembakan kaki kanannya pada menit ke-90.
Memasuki masa injury time, giliran Fajar Fathur Rahman yang membobol gawang Kammerad. Indonesia akhirnya keluar sebagai pemenang berkat tiga gol tersebut.
Meski Timnas U-22 Indonesia menang 3-0 atas Filipina U-22, catatan perlu diberikan karena ketiga gol tercipta pada menit-menit akhir pertandingan. Artinya, gol tercipta setelah kondisi lawan menurun, kelelahan dan konsentrasi berkurang. Selanjutnya, Timnas U-22 Indonesia akan menghadapi Myamar U-22 pada 4 Mei mendatang.
Melihat kualitas calon lawan, kondisi menguntungkan pada menit akhir seperti lawan Filipina U-22 bisa saja tak terjadi. Jadi, Timnas U-22 Indonesia harus berbenah dan tak mudah puas dengan kemenangan 3-0 atas Filipina ini.
Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia di SEA Games 2023 Kamboja Lexyndo Hakim meminta para pemain Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-22 menjaga konsistensi setelah memenangi laga perdana Grup A SEA Games 2023 Kamboja.
"Saya mengapresiasi kemenangan 3-0 Timnas Indonesia U-22 atas Filipina. Ini menjadi awal baik dan saya harap para pemain, pelatih, serta ofisial dapat menjaga konsistensi permainan seperti ini hingga akhir SEA Games 2023," kata Lexy.
Ia juga berterima kasih kepada sebagian besar warga Indonesia yang telah menyempatkan hadir ke stadion untuk mendukung perjuangan Marselino Ferdinan cs di tengah cuaca panas sekira 35-36 derajat di Kamboja.
"KBRI memberikan dukungan untuk timnas dengan mengerahkan sekitar 1.000 orang untuk menonton dan mendukung timnas langsung di stadion. Padahal, suhu saat timnas bermain cukup panas, sekitar 35-36 derajat, tapi itu tidak menyurutkan mental pemain dan semangat suporter untuk mendukung," ujarnya. (jp/jpnn/ant) Editor : Syahriani Siregar