PONTIANAK - Derrick berangkat bersama Team RCGO membawa nama Indonesia. Dalam ajang ini, Team RCGO mengikutsertakan enam atletnya dalam kategori atau kelas yang berbeda-beda satu sama lain.
"Secara tidak langsung, kita membawa nama Indonesia di kompetisi ini,” tuturnya.
NPC IFBB Pro League ini menjadi salah satu syarat untuk kontes internasional ternama kasta tertinggi di dunia, Mr. Olympia.
“Sebelum ke sana (Mr. Olympia, Red), harus melalui NPC, ke proqualifier untuk mendapatkan kartu atau yang biasa dikenal procard untuk menuju ke kompetisi tersebut,” jelasnya.
Kriteria masing-masing kelas berbeda dalam kompetisi olahraga bagi atlet binaraga ini. Untuk divisi fisik klasik yang diikuti Derrick ini, penilaiannya berdasarkan keindahan tubuh, proporsi, astetik, dan conditioning.
Dari atas dan bawah tubuh akan dinilai secara merata, apakah astetik atau tidak sesuai dengan kriteria penilaian?
Derrick harus melalui serangkaian proses latihan, agar memiliki bentuk tubuh yang baik dan siap bersaing di kancah internasional.
Beragam persiapan dilakukannya, mulai dari menjaga makanan, latihan yang konsisten hingga istirahat yang cukup.
Ketiga hal ini, menurut dia, harus bisa diseimbangkan agar mendapatkan hasil yang maksimal.
Bersamaan dengan persiapan-persiapan tersebut, alumni Universitas Pelita Harapan ini juga disibukkan dengan acara pernikahannya.
Tepat enam minggu sebelum berangkat mengikuti kompetisi, ia melangsungkan pernikahan.
Hal inilah menjadi tantangan dirinya dalam memanajemen waktu dan pikiran guna mempersiapkan segala kebutuhannya.
“Semua tantangan harus dilalui, dan memang saya sengaja menantang diri saya yang setelah menikah dan persiapan kompetisi yang jedanya hanya enam minggu saja,” ucapnya.
Memiliki otot yang besar dan kekar bagi seorang binaragawan bukanlah perkara mudah. Otot itu tidak terbentuk begitu saja, melainkan melewati usaha yang intensif. Itu sebabnya, hasil dari latihan binaraga tidak terjadi dalam semalam.
Diperlukan konsistensi untuk melihat perubahan yang nyata dan berkelanjutan dalam tubuh.
Jadi, penting untuk menemukan rutinitas latihan yang dapat dipertahankan dan melibatkan diri secara teratur untuk mencapai hasil terbaik.
Melatih mental dalam dunia binaraga sangat penting karena memiliki dampak positif pada performa atlet dan hasil akhir kompetisi.
Binaraga seringkali melibatkan latihan intensitas tinggi dan jadwal yang ketat.
Mental inilah yang selalu ia coba kuatkan agar selalu bisa konsisten, terutama untuk kegiatan yang harus dilakukan berulang-ulang.
“Kita melakukan hal yang sama berulang kali, makan hal yang sama berulang kali, jadi konsistensi itu penting di bidang ini,” terangnya.
Torehan prestasi internasional tersebut tidak membuatnya cukup untuk meraih hasil yang baik untuk ajang yang lebih tinggi lagi.
Ia tengah mempersiapkan diri untuk ajang-ajang bergengsi di tahun depan.
Selain itu, ia juga akan lebih aktif dalam memberikan edukasi tentang dunia kesehatan dan fitness, terutama di sosial media. (sti/mrd)
Editor : Syahriani Siregar