PONTIANAK - Persipon mencukur habis Bengkayang PBE dengan skor 3-0 dalam lanjutan laga penentu Grup B Liga 3 Zona Kalimantan Barat di Stadion Sultan Syahrir Abdurahman Minggu (14/1) sore. Dengan kemenangan itu, Persipon berhak mendampingi juara Grup B, PS Kubu Raya yang lebih dulu lolos dengan mengoleksi enam poin.
Pantauan Pontianak Post, di menit awal permainan langsung dikuasai BPBE. Bermain penuh tekanan Bengkayang ingin mengejar asa agar lolos di fase Grup B.
Alhasil pertahanan Persipon dibuat goyang oleh banyak serangan yang dilancarkan Bengkayang. Meski banyak serangan dilancarkan namun Bengkayang tak mampu membobol gawang Persipon yang dijaga Segar.
Persipon yang hari itu mengenakan jersey dominan biru muda memang agak kesulitan untuk membangun serangan. Bahkan di babak awal, Persipon bermain seperti tak memiliki misi. Agak sedikit kebingungan. Apalagi ketika mulai mencoba melakukan serangan selalu kandas di kaki strikernya Eldi yang di dua pertandingan ini betul-betul belum mampu menunjukkan performa terbaiknya.
Bola kerap hilang ketika berada di kakinya. Ketika lawan bermain satu dua di area lawan, ia juga tak menunjukkan presing yang ketat. Alhasil cukup mudah para pemain Bengkayang mengalirkan bola itu. Situasi tersebut bahkan terjadi sampai babak pertama usai.
Melihat situasi tersebut, Coach Persipon Hamdani mengambil langkah jitu dengan merotasi beberapa pemain. Eldi ditariknya. Kemudian ia menambah gelandang tengah agar permainan lebih tampak kerjasamanya. Sedangkan Sofyan yang semula bermain di posisi penyerang lubang maju ke depan menggantikan Eldi.
Racikan Hamdani di babak ke dua dengan merotasi beberapa pemain terbukti jitu. Beberapa menit pertandingan babak ke dua berjalan, melalui umpan lambung dari sisi sayap kiri, striker Persipon Sofyan mampu membobol gawang Bengkayang melalui tandukannya.
Berhasil membuat satu gol. Anak-anak Persipon mulai percaya diri. Aliran bola dari kaki ke kaki mulai tampak. Meski begitu Bengkayang juga tak tinggal diam. Permainan Persipon dijajalnya. Tak sedikit benturan fisik terjadi. Bahkan akibat tekelan keras pemain Bengkayang, bek sayap Persipon terkapar.
Kejadian ini menyulut emosi rekan Persipon yang langsung mengejar salah satu pemain Bengkayang. Sempat terjadi adu jotos oleh pemain kedua tim. Untung saja Wasit sigap. Begitu pula dengan perangkat pertandingan.
Wasit pun tegas. Ia langsung memberikan dua kartu merah masing-masing pada satu pemain Bengkayang dan satu pemain Persipon. Setelah emosi ke dua tim mereda, permainan pun dilanjutkan sepuluh lawan sepuluh.
Diuntungkan dengan keunggulan skor. Pemain Persipon semakin menjadi. Serangan yang dibangun di pertengahan babak ke dua kembali Sofyan menjadi bintang. Ia berhasil menambah gol melalui sontekan kaki kanannya.
Pertandingan yang menguras fisik ke dua tim, turut menjadi perhatian Coach Hamdani. Iapun menarik beberapa pemain yang kelelahan. Masuknya Resi ternyata mampu menambah daya gedor Persipon.
Serangan yang dibangun justru masuk ke area pinalti Bengkayang. Dari serangan itu membuat kepanikan pemain Bengkayang sampai-sampai menekel keras pemain Persipon. Akibat tekelan itu wasit langsung hadiahi pinalti. Resi sang eksekutor tak menyia-nyiakan peluang itu. Satu gol tambahannya membuat Persipon unggul 3-0. Hingga wasit meniup pluit akhir babak pertama, skor tak berubah untuk kemenangan Persipon.
"Dengan kemenangan ini kami berhasil lolos di fase Grup B sebagai runner up mendampingi PS Kubu Raya yang mengumpulkan enam poin," ujar Manajer Persipon M Yamin.
Secara keseluruhan permainan anak-anak cukup baik. Mereka mampu menciptakan tiga gol dipertandingan ini. Meski begitu, evaluasi mesti dilakukan oleh jajaran pelatih.
Sebab dari dua pertandingan yang dimainkan Persipon masih banyak lubang-lubang yang mesti ditambal. Menurut Yamin kelemahan ini mesti dicari solusinya.
Salah satu yang jadi perhatiannya adalah pemain depan yang belum mampu membuat pertahanan lawan kocar-kacir. Diakui dia juga skuad Persipon di Liga 3 tahun ini manajemen lebih mengutamakan pemain muda. Pastinya mereka memiliki semangat yang tinggi, tinggal bagaimana pelatih meracik tim ini agar mampu berbicara banyak di Liga 3 Zona Kalbar.(iza)
Editor : A'an