Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Barca Terjegal Ujung Sepatu: Streak Kemenangan Terhenti di Laga Kedelapan, Pro-Kontra Teknologi Offside Semi-Otomatis

Miftahul Khair • Selasa, 12 November 2024 | 12:28 WIB

 

Pemain Barcelona Robert Lewandowski berduel dengan pemain Real Sociedad pada laga Senin dini hari WIB.
Pemain Barcelona Robert Lewandowski berduel dengan pemain Real Sociedad pada laga Senin dini hari WIB.

SAN SEBASTIAN – Pemain Sayap FC Barcelona Raphinha mengunggah foto sepatu yang ujungnya sepanjang 30 sentimeter pada akun Instagram-nya setelah kekalahan 0-1 oleh Real Sociedad di Reale Arena, San Sebastian, kemarin (11/11) WIB.

Tidak lupa, Raphinha menandai akun Instagram milik Robert Lewandowski @rl9. Unggahan Rapha, sapaan akrabnya, itu jadi sindiran kepada LALIGA setelah dianulirnya gol Lewandowski pada menit ke-13.

Gol Lewy –sapaan akrab Lewandowski– itu dianulir oleh wasit Guillermo Cuadra setelah mendapatkan rekomendasi dari teknologi offside semi-otomatis (SAOT). Ya, dari teknologi yang dipakai video assistant referee (VAR) agar mempersingkat pengecekan offside itu, gol Lewy dianggap tidak sah karena sudah berada dalam posisi offside.

Padahal, posisi Lewy sejajar dengan bek tengah Sociedad Nayef Aguerd. Lucunya, garis yang ditarik SAOT menganggap ada ujung sepatu dalam posisi offside. Tapi, antara ujung sepatu Lewy dan Aguerd sama-sama sejajar. ’’Offside ujung sepatu,’’ begitu media-media Spanyol melukiskan keputusan SAOT malam itu.

’’LALIGA harus meninjau kembali, apakah itu ujung sepatu Lewy atau bukan. Jika mereka menganulir gol yang sebenarnya sah terjadi, ini akan jadi persoalan serius untuk LALIGA,’’ kecam gelandang Barca Marc Casado.

’’Aku belum melihatnya secara detail, tetapi cepat atau lambat mereka pasti akan memberi tahuku jika itu memang offside,’’ sambung Casado. Keputusan kontroversial itu yang menghentikan streak kemenangan Barca hanya sampai tujuh laga beruntun musim ini.

Bukan hanya Casado. Penggawa Barca lainnya juga meminta LALIGA turun untuk menginvestigasi kasus itu. Salah satunya portero Inaki Pena. ’’Aku yakin ada kesalahan penandaan kaki dalam teknologi tersebut,’’ klaim Pena dilansir laman Mundo Deportivo.

Sekadar diketahui, SAOT dijalankan Hawk Eye. Di LALIGA, teknologi tersebut dipakai musim ini sampai 2027–2028 mendatang. Kerjanya menggunakan bantuan 10–12 titik kamera yang dipasang di atap stadion.

Per detiknya, teknologi tersebut mampu mendeteksi posisi pemain sampai 29–50 kali. Teknologi ini diklaim mampu mereduksi waktu penentuan offside di VAR maksimal 25 detik. Entrenador Barca Hansi Flick menuding teknologi itu yang salah.

Bukan wasit Cuadra. ’’Aku berkata kepada wasit bahwa keputusannya malam itu keputusan yang buruk. Tapi itu bukan salahnya (wasit). Aku tahu itu,’’ sebut mantan arsitek Bayern Munchen tersebut.

Terpisah, LALIGA melalui Komite Teknis Wasit (CTA) menegaskan bahwa gol Lewy saat itu memang benar-benar offside. ’’Tidak ada kesalahan penafsiran dan kami pikir selisih antara ujung sepatu dan garis offside hanya hitungan millimeter,’’ klaim CTA dalam rilis resminya.

Ahli perwasitan dalam Diario Marca Pavel Fernandez dalam ulasannya pun telah menyebut posisi Lewy masih onside. ’’Bahkan, aku yang menontonnya dari layar kaca di rumah pun sudah tahu kalau dia (Lewy) masih onside,’’ tegas Fernandez. (ren/c17/ady)

Editor : Miftahul Khair
#Barca #offside #VAR #gol